create your own banner at mybannermaker.com!
Tampilkan postingan dengan label megawati soekarnoputri. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label megawati soekarnoputri. Tampilkan semua postingan

Rabu, 09 Desember 2020

TAHTA UNTUK RAKJAT



TAHTA UNTUK RAKJAT 
AVEN JANUAR 

Selamat dan Sukses pada segenap keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur yang telah memenangkan pasangan calon Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 9 Desember 2020  :

1. Kota Surabaya - 
     Eri Cahyadi - Armudji. 
2. Kab Gresik 
     Fandi Ahmad Yani - Aminatun
3. Kab Malang 
     Sanusi - Didik Gatot 
4. Kota Blitar 
    Santoso - Tjutjuk Sunario 
5. Kab Kediri 
    Hanindhito Pramana - Dewi Maria Ulfa
6. Kab. Ponorogo
    Sugiri Sancoko - Lisdyarita 
7. Kab Trenggalek 
     HM nur Arifin - Syah M Natanegara
8. Kab.Ngawi 
     Ony Anwar - Dwi Rianto 
9. Kab. Sumenep 
    Ach. Fauzi - Hj Dewi Khalifa 
10. Kab. Situbondo 
       Karna S - Khoirani 
11. Kab. Banyuwangi 
       Ipuk Fietandani - Sugirah 

Semoga Amanah dalam memimpin wilayah masing - masing dan  Menyerahkan sepenuhnya Tahta Untuk Rakyat.  Kepemimpinan yang menjunjung tinggi hakekat kerjasama yang partisipatif dengan rakyat.  Melaksanakan amanat penderitaan rakyat seperti yang telah diamanatkan oleh Bung Karno - sang ideolog bangsa.  Selamat.....

Saya juga mengucapkan salam hormat untuk seluruh kader dan pengurus PDI perjuangan yang telah berjuang dengan sehebat-hebatnya di Kab Sidoarjo,  Kab Lamongan, Kab. Tuban,  Kota Pasuruan, Kab Jember, Kab. Blitar,  Kab. Mojokerto, Kab. Pacitan meskipun hasil quick count masih ketinggalan jumlah suara tetap berusaha mengawal suara sampai final penetapan KPUD. 

Merdeka !!!

Aven Januar 
Forum Jokowi Jawa Timur.




Senin, 03 Agustus 2020

Dirgahayu Mas D. Adi Sutarwijono S. Ip.


Sosok sederhana dan mudah bergaul itu mungkin karakter asli dari ex jurnalis senior ini.  Nama lengkapnya D. adi Sutarwijono S. ip.  Sosok ini dibesarkan dari Karangsari Kec Sukorejo Kota Blitar ini. Putra dari Guru SD yang dulu saya kenal waktu pos jurnalisnya dia di warung kopi pinggir kalimas disebelah gedung DPRD kota surabaya sekarang di awal tahun 2000an. 

Dulu guyonannya "Nek aku sesuk ngantor nang njero iku,  kabeh sing ngopi nang pinggir kali tak pindah nang njero" hehehehe kelakar khasnya itu jadi kenyataan karena beliau sekarang adalah ketua DPRD kota Surabaya.  Dan kami pun ngopi rutin didalam ruangan ketua DPRD kota Surabaya hehehehe

Saat menjadi tim kerja bersama beliau dalam beberapakali periode kampanye mulai dari Kampanye Pilgub 2008 , pilgub 2013 dan Pilpres 2014, mas awi panggilan akrabnya ini sosok yang disiplin terkait timeline kerja.  Katanya "Gagal dalam suatu pekerjaan itu hal biasa,  tapi kita semua harus disiplin waktu kerja agar setiap kita menghargai waktu, " . Quote nya ini menjadi salah satu ajaran yang kupegang sampai hari ini.  
Hari ini mas awi ulang tahun semoga tetap sukses selalu.  Terlalu sederhana sehingga tak pernah punya FB.  ataupun sosmed yang lain.  

Salam saya, 
Teman ngopimu mas 

- aven januar -

Selasa, 07 Januari 2020

Megawati Raih Gelar Doktor (HC) yang ke-9

Raih Gelar Honoris Causa Ke-9 yang Diterima Hj. Megawati Soekarnoputri dibidang Kemanusiaan.

Megawati Bersama Rektor 
Soka University Japan

Pertamakali gelar Honoris Causa dibidang kemanusiaan diraih Ketum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri . Setelah tiga bidang lainnya telah diraihnya yakni dibidang hukum Dan Pemerintahan serta spesialisasinya yakni dibidang Politik.
Mungkin yang tidak kenal beliau akan segera menyinyirnya apalagi yang berseberangan dengan Megawati Secara politik.

Saya pribadi menilai Megawati ini cukup fenomenal Dan bersejarah, saat ini Megawati adalah perempuan satu satunya di Asia yang memiliki Garis politik terpanjang selaku Ketua Umum Partai Politik. Jika dihitung sejak Kongres Luar Biasa PDI 1993 berarti total Megawati telah memimpin Parpol selama 27 tahun ! Luar Biasa !

Sejak pertamakali direkrut PDI selaku Jurkamnas - Juru Kampanye Nasional pada Pemilu 1987 , Megawati dengan telaten merekrut Dan merangkul arus bawah Suara parpolnya. Dan mampu merebut hati rakyat Indonesia dengan ikon Keluarga besar Proklamator Indonesia, yakni Soekarno. Megawati keliling Indonesia, masuk ke pelosok-pelosok Nusantara dengan kesederhanaan Dan keahliannya dalam meyakinkan massa rakyat.

 
            Megawati Saat di KLB PDI 1993

Alhasil, hasil Kursi PDI di DPR RI yang "hanya" 40 Kursi pada Pemilu 1987 meingkat menjadi 56 Kursi pada Pemilu 1992 atau bertambah 16 Kursi DPR RI. Hasil ini yang menyebabkan Pemerintah Orde Baru Berusaha menggagalkan hasil pemilihan KLB PDI 1993 di asrama haji surabaya, yang Secara aklamasi menunjuk Megawati sebagai Ketua Umum PDI.
Satu yang serius menjadi Catatan kami sebagai kader parpol atau setidaknya yang pernah kenal dengan nya Megawati adalah Sosok yang bersahaja Dan sederhana. Setiap kali mengenalkan dirinya Kepada yang lebih muda, dia selalu menyebut dirinya dengan "Panggil Saja Mbak Mega".

Sosok berusia 72 tahun ini juga melahirkan konsepsi tentang bentuk Kepartaian Secara modern. Mulai perbaikan mekanisme Kongres Partai sejak Kongres Rakyat PDI Perjuangan 8-10 Oktober  di Denpasar Bali. Warga PDIP menyebutnya sebagai Kongres Rakyat, Bali Merah Total !

Megawati yang terpilih Secara aklamasi pada Kongres Rakyat bergerak cepat dengan menyusun Piagam PDI Perjuangan, AD/ART Partai yg akhirnya disahkan oleh Notaris Pada 1 Februari 1999 dengan nama PDI Perjuangan dengan logo Moncong Putihnya. Dideklarasikan di istora senayan 14 Februari 1999, yang mana saat itu dikenal "Jakarta Merah Total" ! Media Massa Luar Negeri Waktu itu menyebut 300 Ribu Massa Rakyat Jakarta turun kejalan menyambut Deklarasi PDI Perjuangan di Istora Senayan Dan siap mengikuti Pemilu Pertama di Era Reformasi 1999.

Dan pada Pemilu 1999 PDI Perjuangan Meraih Suara 35.689.073 Suara atau setara 33,74% Suara sah nasional Dan berhasil Meraih 153 Kursi.

Pasca Pemilu 1999 Megawati setelah menyusun langkah Konstitusional Partai Secara Internal Dan Eksternal. Megawati segera bersiap melakukan langkah - langkah  organisasional dimulai saat Kongres 1 di Semarang pada tahun 2000. Dimana Pasca Kongres Semarang mulai dilakukan langkah langkah kaderisasi partai Dan kaderisasi bagi anggota Dewan yang terpilih melalui Pemilu 1999. Megawati sadar bahwa kader partai awalnya adalah arus bawah yang rendah Secara kualitas berpolitik nya maupun rendah skill berorganisasinya.


Ditengah keseriusannya menata organisasi, PDI Perjuangan mengalami ujian yang cukup berat yakni kekalahan dalam Pemilu 2004 Termasuk Pilpres dimana Megawati berpasangan dengan Ketua PBNU alm KH Hasyim Muzadi, serta kehilangan Kursi cukup Banyak di DPR RI. Megawati Waktu itu Secara tegas mengatakan "PDIP Oposisi!" "PDIP Oposisi Konstitusional , Oposisi yang siap melakukan kritik dan penyeimbang bagi koalisi Pemerintah SBY-JK". Suatu langkah strategis Kepartaian yang cukup berat di Era Reformasi, tapi Megawati tetap melakukannya dengan target strategis adalah merebut kekuasaan pada Pemilu Selanjutnya.

Sepanjang Dua Periode PDIP sebagai Oposisi, melakukan gerak senyap tanpa pemberitaan media, dengan tetap konsisten melahirkan kader-kader muda potential hasil kaderisasi internal partai sebagai calon pimpinan nasional selanjutnya. Lahirlah Joko Widodo, Djarot Syaiful Hidayat, Ganjar Pranowo, Tri RismaHarini, Dan lain-lain. Walaupun ada beberapa kader partai yang keluar Dari PDI Perjuangan, Megawati hanya bersikap "Ini dinamika berpolitik Dan dinamika berorganisasi, yang keluar Silahkan keluar, yang didalam tetap Terus konsolidasi!".

Alhasil Pada Pemilu 2014 PDI Perjuangan berhasil mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan oleh Megawati yakni Merebut kekuasaan untuk rakyat. Melalui pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla Meraih 70.997.883 Suara atau setara 54,15% Suara sah nasional pada Pilpres 2014. Sedangkan PDI Perjuangan Pemenang Pileg 2014 dengan hasil 23.681.471 Suara atau setara  dengan 18,95% Suara sah nasional.

Dilanjutkan dengan Kemenangan PDI Perjuangan dan Pasangan Jokowi-Maruf Amin pada Pileg/Pilpres 2019. Jokowi - Maruf Amin memperoleh 85.607.362 atau setara 55,50 persen suara sah nasional. Sedangkan PDI Perjuangan memenangkan Pileg dengan perolehan 27.053.961 Suara atau setara 19,33% Suara sah nasional.

Saat ini Megawati telah Meraih Banyak penghargaan nasional maupun internasional, saat ini melalui PDI Perjuangan , Megawati menetapkan arah Dan perjuangan strategis pembangunan nasional Pasca direbutnya Kemenangan pada Dua Pemilu terakhir. Berbagai agenda program kerakyatan dan kebangsaan telah ditetapkan Dan saatnya PDI Perjuangan melaksanakannya dan mampu merebut Kemenangan Sejati rakyat Indonesia.


   


Selamat Kepada Megawati Soekarnoputri yang telah Meraih gelar Honoris Causa nya yang kesembilan Dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020) dalam Bidang Kemanusiaan. Gelar HC ini diberikan karena Megawati dinilai Banyak memberikan sumbangsih pemikiran Dan tindakan dibidang Kemanusiaan.


- Aven Januar -

Ketua Departemen Pembinaan UKM DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 2005 - 2010

Ketua Departemen Pemuda 
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 
2010 - 2015

Badan Infokom DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 2010 - 2015


Contact penulis : avenjatim@gmail.com

Kamis, 16 Maret 2017

SALAH SATU GURU POLITIK KU HARI INI MENINGGAL DUNIA

SALAH SATU GURU POLITIK KU HARI INI MENINGGAL DUNIA

Suatu ketika di penghujung 2004, tetap menggunakan sarung dan baju koko berwarna putih bersih serta bersongkok hitam. Di kondisi santai tanpa beban itu, aku bertanya "bah, kenapa abah yang kyai malah maju sebagai cawapres, yg saya yakin abah mengerti sebelumnya jika akan kalah dan dana akan banyak keluar?"

Dia menghela nafas, dan bertanya kembali ke saya "kenapa kamu merokok dan saya juga yakin kalo kamu mengerti kalo rokok justru menghabiskan uangmu dan akan mengganggu kesehatanmu?"

Aku pun berusaha tenang dalam menjawab pertanyaan seorang hadratus syeikh, seorang yang dimuliakan Allah SWT karena kekuatan ibadah dan syiarnya kemana mana. "Alasan pertama, alhamdulillah sampai hari ini saya masih diberi rejeki oleh Allah SWT untuk saya berkemampuan membeli rokok tersebut dan yang kedua saya juga yakin bahwa umur dan kesehatan saya pasrahkan semua kepada Allah SWT, karena hanya Dia yang menjawab tentang umur dan kesehatan itu bah," jawabku yang kuusahakan untuk serasional mungkin menjawab pertanyaan beliau.

Abah Hasyim - demikian para santrinya memanggil beliau - mengajakku bangkit berkeliling ponpes Al Hikam yang waktu itu masih beberapa tahun dirintisnya. "Begitu pula dengan alasan saya, dik. Yang pertama, rejeki Allah SWT Maha Luas sehingga saya dan keluarga diberi kesempatan menyisihkan rejeki untuk bisa membantu banyak umat islam dan dibanyak tempat dalam perjalanan saya hampir 1 tahun lamanya berkeliling kampanye," jawabnya sambil melihat beberapa tanaman di halaman ponpes yang berhasil ditanam oleh para santri mahasiswa di Ponpes Al Hikam.

Sambil menghela nafasnya dan mulai berkeringat karena jalan jalan pagi itu, dia menjawab alasan keduanya. "Setiap umat Islam dan pengikut Nabi Muhammad SAW, haruslah berbekal pada optimisme, optimisme itu wujud tawakal dan ikhtiar kita yang paling ringan, optimis dalam menjalani setiap langkah kehidupan horizontal kemanusiaannya dan kemanusiaannya kita semua, termasuk diantaranya soal menang dan kalah dalam kampanye pilpres kemarin, siapa bilang saya yakin kalah ? Saya bersama Ibu megawati tetap dalam kerangka optimis menang. Kenapa harus begitu ? Karena saya yakin dalam kemenangan itu akan semakin banyak umat yang bisa saya bantu baik soal kesejahteraannya, kemakmurannya maupun kemerdekaannya sebagai umat manusia yang hidup di alam raya nya Indonesia ini,"

"Minum kopinya dulu dik, kopi ini saya bawa dari timor nusa tenggara timur," katanya memotong alasan keduanya itu. "Tapi dik segala bentuk ikhtiar dan tawakal kita tetap kita serahkan pada Allah SWT termasuk soal kekalahan kemarin, saya sudah sampaikan ke ibu mega, jika kita sudah bertarung dengan sebaik baiknya, dan sehormat hormatnya sebagai salah satu insan politik, tapi kekalahan ini adalah wujud kesabaran kita dalam menghadapi segala persoalan kehidupan ini," menjawab dengan diplomatisnya.

Hari ini hari kamis (15/09) , hatiku setengah menjerit ketika jam setengah tujuh pagi tadi mendapat telpon dari seorang kawan di malang, "Ven, abah sudah meninggal dunia, usahakan datang ya untuk mensholatinya dan mendoakkannya," ..... ahhhhhh.... satu lagi guru politikku telah meninggal dunia... bangkit aku dan segera berangkat ke malang.

Selamat jalan bah......
Selamat Jalan Hadratus Syeikh KH Hasyim Muzadi

Dari santrimu....
Aven Januar Aven Januar Full ....