create your own banner at mybannermaker.com!
Tampilkan postingan dengan label aven januar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label aven januar. Tampilkan semua postingan

Senin, 15 Agustus 2022

Hasil Jepretan Foto saat 17 Agustus 1945.

77 Tahun Indonesia Merdeka

Selama ini kita hanya disuguhi foto pembacaan Teks Proklamasi dari depan yang menampilkan Soekarno, Hatta dan para pendiri bangsa lainnya saat momen pembacaan Teks Proklamasi, lalu bagaimanakah suasana halaman rumah di Pegangsaan Timur no 56 saat itu dari sudut pandang para Proklamator?

Berikut adalah foto-foto jepretan Alex Mendur dan Frans Mendur, fotografer Indonesia pendiiri IPPHOS (Indonesia Press Photo Service) yang banyak berkiprah dalam mendokumentasikan peristiwa-peristiwa bersejarah selama revolusi kemerdekaan)

Doc. ANRI


"SKENARIO"

Bung Karno sedang berdiskusi dengan Alex Mendur dan Frans Mendur (Mendur bersaudara) pada tanggal 16 Agustus 1945. Mereka berdiskusi tetang pengambilan gambar/foto saat pembacaan teks proklamasi keesokan harinya. Saat itu Bung Karno sedang tidak enak badan terkena malaria.

Mendur bersaudara adalah pendiri IPPHOS, yaitu kantor berita foto yang didirikan tanggal 2 Oktober 1946 yang merupakan kantor berita foto pertama di Indonesia.

Dok. IPPHOS




Rabu, 10 Agustus 2022

Peran Penting Perempuan Dalam Pendidikan Keluarga.

Peran Penting Perempuan Dalam Pendidikan Keluarga 
Oleh Deni Elis Tiana. 
a.k. Sisca Ayoe 

Dituliskan ulang oleh Aven Januar. 

   deni elis bersama rey bintang.

Saya sadar bahwa saya terlahir bukan dari keluarga yang berpendidikan tinggi.  Tapi dalam perjalanan saya sebagai siswa sekolah di negeri ini merasa bahwa tak sepenuhnya saya mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari bangku sekolah. Hampir 50 persen diantaranya saya mendapatkan pendidikan dan pengajaran dari kedua orang tua saya.  Dari Almarhum Ayah saya,  saya mendapatkan ilmu agama dan tatacara beribadah serta seseorang memahami keyakinannya sebagai umat muslim. Dari Ibu saya yang hanya terlahir sebagai orang desa umumnya,  saya mendapatkan pengajaran soal cinta kasih terhadap sesama dan adab sopan santun dihadapan banyak orang.  Sehingga atas pengajaran baik kedua orang tua tersebut saya juga aplikasikan langsung pada dua anak saya.  

Saya bersyukur diberikan berkah suami saya adalah sosok yang berwawasan luas dan berkesempatan mengenyam dunia pendidikan tinggi.  Sehingga cukup membantu saya untuk bisa memberikan wawasan yang lebih pada dua anak saya diluar pendidikan formal sekolahnya.  Tapi jangan berkecil hati buat perempuan yang tidak memiliki jodoh seperti saya. Karena kekuatan seorang ibu adalah kedekatan pada anak jauh lebih dekat daripada seorang ayah atau bapak.  Karena umumnya ayah disibukkan oleh pekerjaannya,  sehingga ibu dirumah bisa melakukan pendekatan personal yang intensif dengan anak.  


   deni elis bersama rey & gie 

Ayah saya sejak saya berusia 4 tahun saya sudah diajarkan doa doa anak muslim  Seperti doa sebelum makan,  doa saat akan belajar dan seterusnya. Sehingga saat Rey menginjak usia 3,5 tahun perlahan saya mengajarkan doa doa anak muslim. Jika malam hari saya tambahkan sedikit tentang pengertian masing-masing doa tersebut.  Seperti halnya doa sebelum makan,  adalah wujud rasa syukur kita kepada Sang Khalik yang memberikan rejeki kita sehingga kita bisa makan saat itu.  

Doa sebelum tidur misalnya adalah sebuah doa yang ditujukkan pada Tuhan agar senantiasa menjaga tidur kita dari gangguan apapun. Ingatan kesadaran anak jelang tidur itu sangat potensial karena rekaman yang didengar maupun yang dilihatnya sebelum tidur akan menjadi rekaman ingatan bagi sang anak hingga di masa depan.  Sehingga malam hari membuat saya dalam menggali pembicaraan dari hati ke hati dengan sang anak.  Semisal,  kesalahan yang diperbuatnya selama satu hari yang dilakukannya akan terbuka dan jujur disampaikan pada saya.  Dan saya berusaha tidak memarahinya tapi menggantinya dengan mengarahkan wajib memperbaikinya di masa depan. 

Momentum menuju Keadaban dan kesantunan bertindak anak

Saat menuju pendidikan formalnya melangkah Jenjang sekolah dasar,  memberi kesempatan pada rey untuk memperluas pergaulannya.  Seperti umumnya pergaulan orang dewasa,  pergaulan anak pun ada yang bersifat negatif dan positif.  Dalam antisipasinya mengarah pada tindakan negatif,  anak sebelum berangkat dan sepulang sekolah harus terawasi dari segala tindak tanduknya.  

Perangai anak pada usia sekolah dasar mudah terlihatnya.  Jika ada perubahan sedikit,  sesegera mungkin ibu melakukan pendekatan personal,  diberikan pertanyaan dan juga pengarahan yang baik,  sehingga perilaku negatif anak bisa terpantau.  Selain tindakan persuasif juga bisa orang tua khususnya para ibu melakukan tindakan preventif dengan cara berkomunikasi langsung dengan wali kelasnya,  tentang tindakan dan perangai anak disekolah,  komunikasi ini diharapkan jangan sampai sang anak tahu karena diusia segitu akan muncul watak egonya dan salah satunya adalah malu dan sejenisnya.  
Dalam membangun keadaban dan kesantunan dalam tindakan keseharian dirumah,  ibu jangan pernah ragu untuk berkata tidak boleh atau jangan terhadap tindakan anak yang mengarah pada melenceng pada adab kesantunan. Usia 5/6 tahun adalah usia krusial,  banyak pola pendidikan modern barat yang mengajarkan bahwa orang tua jangan membatasi tindakan anak di usia segitu.  Hal itu Bertentangan dengan keyakinan saya bahwa diusia segitu justru waktu yang tepat bagi saya untuk memberikan banyak pemahaman soal kesantunan dan keadaban.  

Sehingga diusia yang nantinya bertambah,  ingatan anak akan preventif dan persuasif mencegah dirinya berbuat negatif atau tidak santun.  Keyakinan saya itu senafas dengan keyakinan bangsa kita sebagai bangsa timur yang menjunjung tinggi kesantunan tersebut.  

    Deni Elis bersama Gie Bintang

Prinsip kesantunan anak indonesia yang saya terapkan dalam kehidupan anak saya,  diantaranya adalah tidak bersendawa dihadapan banyak orang,  tidak buang angin saat bersama banyak orang,  saat mengunyah makanan diharapkan tidak bersuara, dan selalu berusaha untuk tetap tenang dan bisa mengendalikan emosinya dihadapan banyak orang.  Karena bagi saya bangsa indonesia bisa dihargai oleh banyak negara lain karena menjunjung tinggi adab dan kesantunan.  

Pernah suatu ketika rey atau gie menyampaikan tentang perangai negatif dari teman bermainnya yang tidak sama dengan dirinya. Perlahan saya menjelaskan bahwa hal negatif tidak perlu ditiru, tapi kita tidak berhak memberikan pengajaran pada dirinya.  Kita biarkan orang tua dan kakaknya yang memberikan pengajaran.  Memberikan pengajaran pada orang lain bukan pada waktu dan tempat yang tepat bisa menimbulkan salah pengertian dan bisa merusak tali silaturahmi. 

Terakhir,  pendidikan pertama yang diterima oleh seorang anak adalah melalui keluarga.  Dan kedua orang tua adalah kunci utama keberhasilan pendidikan anak dalam keluarga sebelum anak melangkah pada usia lebih dewasa dan lebih luas pergaulannya.  

Kepedulian orang tua dalam pendidikan dan dilakukan secara benar perlu diterapkan dengan tepat,  sehingga anak mendapatkan pengajaran dan pendidikan keluarga tanpa keterpaksaan dan anak bisa menerima dengan hati yang bahagia. Dan anak yang mendapatkan pendidikan yang benar dari keluarga bisa membuka kesempatan yang lebih luas bagi sang anak untuk membangun cita-citanya sendiri.  

Deni Elis Tiana. 
Agustus 2019.

Sabtu, 06 November 2021

Social Consciousness of Mankind

Social Consciousness of Mankind 


Oleh Aven Januar. 

Terjemahan bebasnya adalah kesadaran sosial umat manusia. Soekarno menerjemahkan sebagai Pokok-Pokok amanat penderitaan Rakyat.  Soekarno berharap ada kausalitas terhadap Amanat Penderitaan Rakyat yang terjalin pada Amanat Penderitaan Umat Manusia, Amanat Penderitaan Umat Manusia menjalin kepada Amanat Penderitaan Rakyat.  


Kesadaran Sosial Manusia ini tercipta berdasar lingkungan kebangsaan yang sama.  Terhadap mimpi kebangsaan - kenegaraan (nation-state)  yang sama.  Jikalau kesadaran itu berada dalam lingkar luar nation-state tidak akan pernah terjadi adanya kesadaran sosial bersama tersebut.  Ada kehendak/karsa, ada impian/dreams, ada nasib/faith bersama sehingga membangun kesadaran antar manusia dalam satu nation-state. 


Dalam situasi kekiniannya,  nation-state bergeser dari konteks yang dijelaskan soekarno diatas.  Menguatnya Faham Individualistik menggeser kesadaran bersama tersebut. Kesenjangan Sosial dan Kesenjangan Ekonomi yang tinggi juga menjadi salah satu faktor pergeseran kontekstual dari conciusness of mankind tersebut.  Maka jika ingin mengembalikan kesadaran bersama tersebut menjadi sebuah kekuatan bagi nation-state keindonesiaan kita,  maka para pemimpin negeri ini harus mampu mengatasi persoalan Kesenjangan sosial dan kesenjangan ekonomi.  


Kesenjangan sosial,  yang terpengaruhi oleh idelogi transnasional yang menawarkan kehidupan yang liberalistik dan individualistik.  Harus dientaskan para pemimpin bangsa untuk mengembalikan wajah keindonesian kita.  Melalui berbagai perangkat sosial kemasyarakatan yang sudah ada,  serta melalui pranata pranata sosial lainnya.  Penegakan peraturan dan perundang-undangan sebagai pengendali pranata sosial juga menjadi prasyarat penting. Pranata sosial tersebut bisa mencegah berkembangnya faham individualistik.  



KESENJANGAN EKONOMI

Kesenjangan Ekonomi,  yang terpengaruhi oleh kondisi perekonomian global dalam bingkai Neo Kapitalisme dan mengguritanya praktek konglomerasi mendorong kesenjangan ekonomi semakin tinggi. Dalam permasalahan ekonomi,  soekarnk meletakkan dasar/fondasi ekonomi berdikari.  Fondasi dasar ini tercipta atas pembacaan soekarno terhadap fakta-fakta penghisapan kolonialisme terhadal bangsa Indonesia di Awal 1900an. Bagi Soekarno praktek penghisapan ekonomi adalah sebuah metode dari ideologi kapitalisme dan imperialisme melakukan penghancuran ekonomi rakyat.  Maka jalan satu satunya bagi kepemimpinan suatu bangsa adalah mampu menciptakan dan membuka ruang seluas-luasnya bagi kemandirian ekonomi rakyat.  


Pada konteks terkini,  praktek kapitalisme sudah mencapai bentuknya dalam kesempurnaan. Perdagangan bebas antar negara dan dukungan banyak negara terhadap investasi asing,  keduanya justru membuka kran kran bagi Multi National Corporation/Trans National Corporation (MNC/TNC) untuk bisa memasuki ruanh ekonomi masyarakat ekonomi bawah.  Dibanyak negara khususnya negara belahan selatan menjadi sasaran bagi korporasi

Rabu, 28 Juli 2021

BEBEK GORENG PURNAMA asli SURABAYA.

BEBEK GORENG PURNAMA asli SURABAYA. 

Spanduk Warna Kuning Khas "Purnama"

Bebek goreng purnama ini sangat fenomenal di surabaya. Ada banyak warung atau tenant yang mengatasnamakan purnama.  Padahal di warung pusatnya saat ditanya tak pernah buka cabang atau franchise selain yang di dinoyo.  Walaupun penampilan warungnya rerata hampir sama dengan spanduk warna kuning dan bertuliskan yang sama bebek goreng cabang purnama.

Ya warung bebek ini berawal di depan ex bioskop purnama dikawasan dinoyo surabaya.  Sebelum bebek goreng purnama atau bebek yang digoreng kering dengan ditambah srundeng bumbu (parutan kelapa yang digoreng kering)  lalu ditambahkan sambal terasi dan beberapa lalapan ringan seperti timun dan daun kemangi.  Yang trend di surabaya tahun 1980an adalah bebek goreng madura yang digoreng lalu saat menyajikan ditambah minyak ukep bebek (minyak yang keluar dari bebeknya saat diukep selama kurang lebih 4 jam)  dan sambel terasi serta beberapa lalapan. Yang Saat ini dikenal bebek basah madura.  Ada beberapa warung bebek basah madura yang fenomenal dan legend di surabaya sampai saat ini yang lain waktu saya akan ceritakan tersendiri. 

   Tampilan Nasi Bebek Purnama

Bebek goreng purnama ini kesimpulan saya bukan lah buka cabang atau franchise tapi lebih kepada "tiruan" atau meniru cara memasaknya saja seperti yang dilokasi aslinya di ex bioskop purnama itu.  Jika versi saya ini berawal dari tidak terlalu beribetnya cara memasak dibanding dengan bebek basah madura.  Dan lebih bisa menampilkan bebek yang jauh lebih gurih dan renyah. Didukung dengan parutan kelapa yang digoreng itu,  untuk menggambarkan ke penikmatnya bahwa ini bebek gurih dan tidak basah. 

    Parutan Kelapa Goreng ala Purnama

Beberapa "tiruan" purnama menurut saya ada yang jauh lebih istimewa rasa maupun kegurihannya,  diantaranya bebek purnama di sebelah timur jembatan baratajaya atau timur swalayan reni. Itu fenomenal karena tiruan yang sangat lama usianya hampir bersamaan dengan yang di pusatnya. Lalu yang kedua adalah yang saya foto dibawah ini,  dikawasan jemurwonosari gg lebar, masuk melalui jalan kecil sebelum Jatim Expo itu lalu berjalan 100 meter ke timur ada masjid besar,  nah mepet masjid itu lah lokasinya.   Benar,  kawasan belakang kampus UINSA ini.  Langganan saya pribadi sejak tahun 2000an., sejak dimulai pasangan suami istri asli madura ini sudah menurun ke generasi kedua nya,  tapi rasa dan penampilannya tidak berubah.  Tetap istimewa.  

Display Standart ala Bebek Goreng Purnama

Di luar kota surabaya juga banyak bebek goreng sejenis yang dengan serabutannya mencatut nama "purnama" ini.  Saya menemui di kota malang,  kota batu, kota madiun, kota semarang, kota yogyakarta,  bahkan di jakarta pun sudah ada padahal itu semua bukan cabang dari purnama yang di dinoyo hehehe.  

Tapi bebek purnama sudah terlanjur legend di banyak kota, inilah bebek purnama.  

Dan soal harga jika edisi surabaya mulai 17.500 sampai 23.000 rupiah per porsi itu jika edisi warung PK 5. Berbeda lagi jika stand berada di mall atau plaza. 

Aven Januar 
Pengamat Kuliner Surabaya. 
Info : avenjatim (at)  gmail (dot)  com

Kamis, 24 Desember 2020

Natal Di Tengah Pandemic 2020

Natal di tengah Pandemic. 


Saya memahami jika rekan/kerabat/saudara yang merayakan natal di tengah pandemic bukanlah hal yang mudah. Saya melihat ketatnya Protokoler Kesehatan bagi teman teman yang mengikuti misa di gereja sejak sore tadi, hingga malam ini. Ada sedikit kekecewaan itu pasti tapi sekali lagi ini tahun 2020 tahun penuh keprihatinan. 

Bagaimana hampir saya sendiri mengikuti perkembangan pemakaman seorang kawan melalui virtual. Belum lagi berseliwerannya berita/kabar duka rekan atau bahkan kawan dekat yang meninggal dunia karena covid melalui sosial media. 

Satu persatu dari mereka untuk melanjutkan perjalanan baru. Kita yang ditinggalkan kenangan, ajaran serta kewajiban untuk melanjutkan amanat ajaran mereka. Hingga terkadang saya pun ragu untuk membuka sosmed, khawatir setiap pagi membaca kalimat pembuka Innalillahi wa innalilahi rojiun atau telah meninggal dunia. Hampir setiap pagi atau sore. Siapa yang mendahului kita. 


Belum lagi mendengar berita kawan / kerabat yang posting foto sedang dalam perawatan di rumah sakit. Sedang melawan penyakit covid 19 melalui isolasi ketat rumah sakit. Saat mendengarnya, tidak sekedar doa yang terpanjat tapi juga keresahan hati kita bagaimana kita menghadapi situasi pandemic yang tak berujung ini. 

Kita sebagai warga bangsa pun menyadari bahwa Pemerintahan Jokowi - Maruf Amin juga tak tinggal diam terhadap situasi pandemic ini. Walaupun tertatih karena berbagai hambatan, setidaknya upaya pemerintah untuk hadir sebagai negara telah maksimal menuntaskan pandemic ini. Penanganan pasien positif, penanganan pasien yang meninggal, proses isolasi, proses pencegahan perluasan covid 19 ini dan juga bantuan sosial untuk bisa membantu warga yang kesulitan di era pandemic ini. Pemerintah telah jalankan berbagai tahapan tersebut dan sudah optimal untuk segera menuntaskan pandemic ini. 


Malam ini adalah malam istimewa bagi rekan/kerabat yang merayakan Natal, peringatan lahirnya sang juru selamat. Yang setiap tahun seharusnya dirayakan ribuan orang dilalui dengan misa bersama, berdoa bersama, lalu dilanjutkan silaturahmi antar keluarga atau antar teman dengan harapan kehidupan yang lebih baik di tahun mendatang. 

Akan tetapi kegembiraan tahunan ini harus dilewati dengan suasana yang sulit, ke gereja dengan prokes yang ketat, setiap tangan yang seharusnya terjabat dengan ribuan tangan lainnya tak bisa dilakukan, demi pencegahan penularan melalui tangan ke tangan. Hanya ribuan doa malam ini yang bisa dipanjatkan bersama-sama dari rumah saja. Keinginan bertemu orang tua atau para sesepuh yang berada diluar kotapun terbatasi dengan adanya prokes yang tak mudah. 


Semoga rekan / kerabat yang merayakan Natal malam ini bisa mendapat hikmah terbaik atas tahun penuh keprihatinan ini. Dan juga senantiasa memanjatkan doa doa terbaik agar kita sebagai Bangsa Indonesia bisa segera melewati situasi sulit ini. Dan doa agar segera berakhirnya pandemic ini agar kita kembali hidup normal. Seperti sediakala. 

Selamat Hari Natal buat semua yang merayakan. Kedamaian hati dan jiwa untuk anda semua di tahun tahun mendatang. 

Salam
Aven Januar 
Forum Jokowi Jawa Timur 


Senin, 14 Desember 2020

Marhaen Djumadi Sang Penggerak Perubahan

SELAMAT ULANG TAHUN
Pak Wakil Bupati Kab Nganjuk

Marhaen Djumadi

--------------------------------

Marhaen Djumadi 

Sang Penggerak Perubahan

Oleh Aven Januar 

Secara langsung saya masih kerabat keluarga besar nganjuk. Tapi saya pribadi mengenal beliau juga dekat dengan alm Papa Dr.H.Suprajitno. kawan dekat yang juga seperjuangan di keluarga besar nasionalis jawa timur.

Saya dekat dengan beliau diawal 2000an ketika beliau adalah salah satu mastermind gurita bisnis pendidikan Lembaga Kursus Primagama area Jawa Timur. Atensi beliau terkait dunia pendidikan luar biasa. Hingga beliau mendapat penghargaan dengan menempati sebagai salah satu pengurus Dewan Pendidikan Jawa Timur. Kata Beliau saat menggiati Pendidikan adalah "Pendidikan itu kunci kesuksesan kemajuan suatu bangsa"

Karena latar belakangnya adalah keluarga besar nasionalis, tak pernah beliau merasa puas dengan kerja dan pemikirannya pada satu bidang saja. Beralih beliau menggiati kegiatan olahraga catur, olahraga masyarakat kebanyakan, di pasar tradisional hingga di kampung kampung, hingga mengantarkan sebagai Ketua Harian Percasi Jawa Timur. Menurutnya ingin dekat dengan masyarakat bawah termasuk mendengarkan keluh kesah rakyat bawah adalah Catur. Saat itu Percasi Jawa Timur melahirkan banyak pecatur pecatur muda berbakat.

Terkait jabatannya saat ini wakil bupati nganjuk, suatu kabupaten kecil yang bertahun tahun dikenal sebagai Penghasil Bawang Merah itu, tak bisa beranjak dari keterpurukan sebagai salah satu kabupaten yang masuk jajaran menengah bawah di Jawa Timur dalam hal prestasi pembangunan maupun geliat ekonomi daerahnya. Melalui kerja bareng bersama Bupati nganjuk yang millenial itu, mas Novi , Nganjuk bisa menggeliat perekonomiannya. Di wilayah sekitar pintu tol nganjuk berdiri beberapa perusahaan asing yang berinvestasi diberbagai sektor. Wilayah tersebut adalah Kawasan Industri Nganjuk (KING). Saat ini kab nganjuk menjadi salah satu kabupaten penyangga bagi kota surabaya khususnya wilayah industri pendukung. Termasuk di awal tahun 2020 ini Grup Perusahaan Besar Maspion Grup dengan target luas kawasan industri seluas 400 hektar dengan kebutuhan 15 ribu tenaga kerja.

Katanya Investor pasti banyak melirik potensi KING tersebut karena luas lahan yang tersedia sangat luas , terjangkau dari surabaya melalui akses tol, kemudahan berizin usaha di seluruh wilayah kab nganjuk dan yang terpenting adalah banyaknya tenaga kerja yang tersedia dengan upah yang kompetitif dengan wilayah lain di jawa timur.

Di usia beliau yang saat ini lebih dari setengah abad, pak Marhaen Djumadi berusaha untuk tetap mengabdi kepada rakyat. Komitmen beliau disampaikan secara pribadi ke saya.

"Kulo Wong Nganjuk Asli wis wayahe Nganjuk Maju dan Wani Berubah, Rukun Santoso agawe Rakyate kanthi makmur,"

Selamat Hari Lahir Pak Marhaen.
Semoga tetap sehat, sukses dan bahagia selalu sekeluarga.

- aven januar -
Forum Jokowi Jawa Timur 


Aven Januar bersama Marhaen Djumadi


Pak Marhaen Djumadi saat Berkunjung Ke Outlet Soto Daging Blitar di Jl Saronojiwo Surabaya. Tahun 2017.


Rabu, 09 Desember 2020

TAHTA UNTUK RAKJAT



TAHTA UNTUK RAKJAT 
AVEN JANUAR 

Selamat dan Sukses pada segenap keluarga besar PDI Perjuangan Jawa Timur yang telah memenangkan pasangan calon Bupati/Walikota dan Wakil Bupati/Wakil Walikota pada Pemilihan Kepala Daerah Serentak 9 Desember 2020  :

1. Kota Surabaya - 
     Eri Cahyadi - Armudji. 
2. Kab Gresik 
     Fandi Ahmad Yani - Aminatun
3. Kab Malang 
     Sanusi - Didik Gatot 
4. Kota Blitar 
    Santoso - Tjutjuk Sunario 
5. Kab Kediri 
    Hanindhito Pramana - Dewi Maria Ulfa
6. Kab. Ponorogo
    Sugiri Sancoko - Lisdyarita 
7. Kab Trenggalek 
     HM nur Arifin - Syah M Natanegara
8. Kab.Ngawi 
     Ony Anwar - Dwi Rianto 
9. Kab. Sumenep 
    Ach. Fauzi - Hj Dewi Khalifa 
10. Kab. Situbondo 
       Karna S - Khoirani 
11. Kab. Banyuwangi 
       Ipuk Fietandani - Sugirah 

Semoga Amanah dalam memimpin wilayah masing - masing dan  Menyerahkan sepenuhnya Tahta Untuk Rakyat.  Kepemimpinan yang menjunjung tinggi hakekat kerjasama yang partisipatif dengan rakyat.  Melaksanakan amanat penderitaan rakyat seperti yang telah diamanatkan oleh Bung Karno - sang ideolog bangsa.  Selamat.....

Saya juga mengucapkan salam hormat untuk seluruh kader dan pengurus PDI perjuangan yang telah berjuang dengan sehebat-hebatnya di Kab Sidoarjo,  Kab Lamongan, Kab. Tuban,  Kota Pasuruan, Kab Jember, Kab. Blitar,  Kab. Mojokerto, Kab. Pacitan meskipun hasil quick count masih ketinggalan jumlah suara tetap berusaha mengawal suara sampai final penetapan KPUD. 

Merdeka !!!

Aven Januar 
Forum Jokowi Jawa Timur.




Jumat, 18 September 2020

Syair Anak Mentari By Bung Aven

Anak Mentari
Bung Aven


Kenapa aku harus tertunduk dan tersipu ketika aku hanya terlahir dari keluarga di tepian kota

Yang justru banyak mengajarkan aku tentang bagaimana menegakkan kepala untuk tidak sombong

Yang banyak mengajarkan tentang menikmati indahnya keterbatasan

Yang mengajarkan aku bagaimana mengepalkan tinju keatas tanpa harus menantang keadaan

Banyak yang putih dan hitam datang menawarkan bantuan untuk ku melangkah.

Tapi kutolak dengan perlahan, kujawab dengan tegas

Jika mentari mampu memberikan sinarnya esok hari maka aku akan berdiri didepannya dan tetap hidup

Jika sang bulan masih setiap malam menyapaku dengan senyuman, kuhantarkan kepala ku untuk meneduhkan dalam belaiannya

Banyak yang bersedih hati untuk menangisi keadaan yang serba terbatas

Kuteriakan kepada mereka tentang apa yang harus mereka bangunkan

Tak ada satu pemerintah pun di dunia yang mau memikirkan kita

Tak ada satu pun pemimpin yang mau menanggungjawabi kesedihan di malam-malam mu

Tak ada satu pun, Ingat Itu !!!!

Biarkan hari ini dan esok, kita bertarung, ya bertarung seperti singa yang sedang lapar

Biarkan rasa lapar menjadi kan kita gagah layaknya bloody martini

Tapi ingat tetap Cerdiklah seperti Ular dan Tuluslah seperti Merpati

karena kita terlahir sebagai anak mentari yang dibanggakan oleh para kaum papa

Karena kita anak mentari !!! alam lah yang membelai mu, alam lah yang menjaga mu, alam lah yang mengajarkan mu……

Bung Aven

Senin, 03 Agustus 2020

Dirgahayu Mas D. Adi Sutarwijono S. Ip.


Sosok sederhana dan mudah bergaul itu mungkin karakter asli dari ex jurnalis senior ini.  Nama lengkapnya D. adi Sutarwijono S. ip.  Sosok ini dibesarkan dari Karangsari Kec Sukorejo Kota Blitar ini. Putra dari Guru SD yang dulu saya kenal waktu pos jurnalisnya dia di warung kopi pinggir kalimas disebelah gedung DPRD kota surabaya sekarang di awal tahun 2000an. 

Dulu guyonannya "Nek aku sesuk ngantor nang njero iku,  kabeh sing ngopi nang pinggir kali tak pindah nang njero" hehehehe kelakar khasnya itu jadi kenyataan karena beliau sekarang adalah ketua DPRD kota Surabaya.  Dan kami pun ngopi rutin didalam ruangan ketua DPRD kota Surabaya hehehehe

Saat menjadi tim kerja bersama beliau dalam beberapakali periode kampanye mulai dari Kampanye Pilgub 2008 , pilgub 2013 dan Pilpres 2014, mas awi panggilan akrabnya ini sosok yang disiplin terkait timeline kerja.  Katanya "Gagal dalam suatu pekerjaan itu hal biasa,  tapi kita semua harus disiplin waktu kerja agar setiap kita menghargai waktu, " . Quote nya ini menjadi salah satu ajaran yang kupegang sampai hari ini.  
Hari ini mas awi ulang tahun semoga tetap sukses selalu.  Terlalu sederhana sehingga tak pernah punya FB.  ataupun sosmed yang lain.  

Salam saya, 
Teman ngopimu mas 

- aven januar -

Selasa, 07 Januari 2020

Megawati Raih Gelar Doktor (HC) yang ke-9

Raih Gelar Honoris Causa Ke-9 yang Diterima Hj. Megawati Soekarnoputri dibidang Kemanusiaan.

Megawati Bersama Rektor 
Soka University Japan

Pertamakali gelar Honoris Causa dibidang kemanusiaan diraih Ketum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri . Setelah tiga bidang lainnya telah diraihnya yakni dibidang hukum Dan Pemerintahan serta spesialisasinya yakni dibidang Politik.
Mungkin yang tidak kenal beliau akan segera menyinyirnya apalagi yang berseberangan dengan Megawati Secara politik.

Saya pribadi menilai Megawati ini cukup fenomenal Dan bersejarah, saat ini Megawati adalah perempuan satu satunya di Asia yang memiliki Garis politik terpanjang selaku Ketua Umum Partai Politik. Jika dihitung sejak Kongres Luar Biasa PDI 1993 berarti total Megawati telah memimpin Parpol selama 27 tahun ! Luar Biasa !

Sejak pertamakali direkrut PDI selaku Jurkamnas - Juru Kampanye Nasional pada Pemilu 1987 , Megawati dengan telaten merekrut Dan merangkul arus bawah Suara parpolnya. Dan mampu merebut hati rakyat Indonesia dengan ikon Keluarga besar Proklamator Indonesia, yakni Soekarno. Megawati keliling Indonesia, masuk ke pelosok-pelosok Nusantara dengan kesederhanaan Dan keahliannya dalam meyakinkan massa rakyat.

 
            Megawati Saat di KLB PDI 1993

Alhasil, hasil Kursi PDI di DPR RI yang "hanya" 40 Kursi pada Pemilu 1987 meingkat menjadi 56 Kursi pada Pemilu 1992 atau bertambah 16 Kursi DPR RI. Hasil ini yang menyebabkan Pemerintah Orde Baru Berusaha menggagalkan hasil pemilihan KLB PDI 1993 di asrama haji surabaya, yang Secara aklamasi menunjuk Megawati sebagai Ketua Umum PDI.
Satu yang serius menjadi Catatan kami sebagai kader parpol atau setidaknya yang pernah kenal dengan nya Megawati adalah Sosok yang bersahaja Dan sederhana. Setiap kali mengenalkan dirinya Kepada yang lebih muda, dia selalu menyebut dirinya dengan "Panggil Saja Mbak Mega".

Sosok berusia 72 tahun ini juga melahirkan konsepsi tentang bentuk Kepartaian Secara modern. Mulai perbaikan mekanisme Kongres Partai sejak Kongres Rakyat PDI Perjuangan 8-10 Oktober  di Denpasar Bali. Warga PDIP menyebutnya sebagai Kongres Rakyat, Bali Merah Total !

Megawati yang terpilih Secara aklamasi pada Kongres Rakyat bergerak cepat dengan menyusun Piagam PDI Perjuangan, AD/ART Partai yg akhirnya disahkan oleh Notaris Pada 1 Februari 1999 dengan nama PDI Perjuangan dengan logo Moncong Putihnya. Dideklarasikan di istora senayan 14 Februari 1999, yang mana saat itu dikenal "Jakarta Merah Total" ! Media Massa Luar Negeri Waktu itu menyebut 300 Ribu Massa Rakyat Jakarta turun kejalan menyambut Deklarasi PDI Perjuangan di Istora Senayan Dan siap mengikuti Pemilu Pertama di Era Reformasi 1999.

Dan pada Pemilu 1999 PDI Perjuangan Meraih Suara 35.689.073 Suara atau setara 33,74% Suara sah nasional Dan berhasil Meraih 153 Kursi.

Pasca Pemilu 1999 Megawati setelah menyusun langkah Konstitusional Partai Secara Internal Dan Eksternal. Megawati segera bersiap melakukan langkah - langkah  organisasional dimulai saat Kongres 1 di Semarang pada tahun 2000. Dimana Pasca Kongres Semarang mulai dilakukan langkah langkah kaderisasi partai Dan kaderisasi bagi anggota Dewan yang terpilih melalui Pemilu 1999. Megawati sadar bahwa kader partai awalnya adalah arus bawah yang rendah Secara kualitas berpolitik nya maupun rendah skill berorganisasinya.


Ditengah keseriusannya menata organisasi, PDI Perjuangan mengalami ujian yang cukup berat yakni kekalahan dalam Pemilu 2004 Termasuk Pilpres dimana Megawati berpasangan dengan Ketua PBNU alm KH Hasyim Muzadi, serta kehilangan Kursi cukup Banyak di DPR RI. Megawati Waktu itu Secara tegas mengatakan "PDIP Oposisi!" "PDIP Oposisi Konstitusional , Oposisi yang siap melakukan kritik dan penyeimbang bagi koalisi Pemerintah SBY-JK". Suatu langkah strategis Kepartaian yang cukup berat di Era Reformasi, tapi Megawati tetap melakukannya dengan target strategis adalah merebut kekuasaan pada Pemilu Selanjutnya.

Sepanjang Dua Periode PDIP sebagai Oposisi, melakukan gerak senyap tanpa pemberitaan media, dengan tetap konsisten melahirkan kader-kader muda potential hasil kaderisasi internal partai sebagai calon pimpinan nasional selanjutnya. Lahirlah Joko Widodo, Djarot Syaiful Hidayat, Ganjar Pranowo, Tri RismaHarini, Dan lain-lain. Walaupun ada beberapa kader partai yang keluar Dari PDI Perjuangan, Megawati hanya bersikap "Ini dinamika berpolitik Dan dinamika berorganisasi, yang keluar Silahkan keluar, yang didalam tetap Terus konsolidasi!".

Alhasil Pada Pemilu 2014 PDI Perjuangan berhasil mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan oleh Megawati yakni Merebut kekuasaan untuk rakyat. Melalui pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla Meraih 70.997.883 Suara atau setara 54,15% Suara sah nasional pada Pilpres 2014. Sedangkan PDI Perjuangan Pemenang Pileg 2014 dengan hasil 23.681.471 Suara atau setara  dengan 18,95% Suara sah nasional.

Dilanjutkan dengan Kemenangan PDI Perjuangan dan Pasangan Jokowi-Maruf Amin pada Pileg/Pilpres 2019. Jokowi - Maruf Amin memperoleh 85.607.362 atau setara 55,50 persen suara sah nasional. Sedangkan PDI Perjuangan memenangkan Pileg dengan perolehan 27.053.961 Suara atau setara 19,33% Suara sah nasional.

Saat ini Megawati telah Meraih Banyak penghargaan nasional maupun internasional, saat ini melalui PDI Perjuangan , Megawati menetapkan arah Dan perjuangan strategis pembangunan nasional Pasca direbutnya Kemenangan pada Dua Pemilu terakhir. Berbagai agenda program kerakyatan dan kebangsaan telah ditetapkan Dan saatnya PDI Perjuangan melaksanakannya dan mampu merebut Kemenangan Sejati rakyat Indonesia.


   


Selamat Kepada Megawati Soekarnoputri yang telah Meraih gelar Honoris Causa nya yang kesembilan Dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020) dalam Bidang Kemanusiaan. Gelar HC ini diberikan karena Megawati dinilai Banyak memberikan sumbangsih pemikiran Dan tindakan dibidang Kemanusiaan.


- Aven Januar -

Ketua Departemen Pembinaan UKM DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 2005 - 2010

Ketua Departemen Pemuda 
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 
2010 - 2015

Badan Infokom DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 2010 - 2015


Contact penulis : avenjatim@gmail.com

Sabtu, 28 Desember 2019

JELANG AKHIR TAHUN 2019


*Jelang Akhir Tahun 2019*


               (alm) DR.(ec).H. Suprajitno


Disaat kecil papa menjelaskan kenapa malam tahun baru seluruh keluarga harus duduk kumpul bersama Dan menikmati akhir tahun dengan Kebahagiaan Dan Keceriaan.

Papa menegaskan bahwa hidup manusia itu hanya sebentar, kalau sambut tahun baru dengan hati sedih dan ada tersimpan marah maka sepanjang tahun ke depan tidak bertemu kebahagiaan tetapi bertemunya dengan kesedihan dan hati selalu penuh dengan amarah.

Rejeki yang baik adalah rejeki tahun mendatang yang disambut dengan sukacita Dan kegembiraan. Dan bukan disambut dengan hati sedih, Penuh amarah Dan dengki.

Dan jika dalam Membaca Doa ditengah keheningan tahun baru adalah Doa yang Penuh Rasa optimis  Dan prasangka baik terhadap masa depan. Sehingga selama satu tahun mendatang bukan lagi menjadi tahun ketidakberuntungan Dan ketidakjelasan Arah Masa depan.

Jika sempat melakukan Sholat malam lakukanlah dengan niatan dalam hati semoga Tahun depan lebih baik dalam menjalankan Ibadah kepada Allah SWT. Dan meningkatkan ketakwaan dengan beramal sebanyak-banyaknya baik amalan Materi maupun amalan non Materi dalam bentuk ilmu pengetahuan.

Jika Jelang Shubuh di tahun baru , Papa selalu mengucapkan Subhannallah .... kami sekeluarga telah Kau berikan bertambahnya umur, rejeki Dan kesehatan. Allahumma Amien.

Dan jika sudah Matahari Terbit di Hari Pertama Tahun Baru , Papa Mengucapkan Allahu Akbar.... Kau telah tunjukkan kebesaranMu dengan memberikan kesempatan pada kami untuk bisa menikmati Tahun Baru dengan Kegembiraan. Allahumma Amien.

Selamat Tinggal tahun 2019 dengan segala Penuh kenangan, Rahmat, rejeki Dan kesehatan untuk Keluarga kecil kami.

Selamat Datang Tahun 2020 , kami menyambutmu dengan segala Rasa optimis, Penuh semangat Dan kegairahan untuk segala tantangan Dan hambatan yang akan muncul di tahun 2020.

_Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi_

_Tiada Daya Dan Supaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi dan yang Maha Agung_



- Aven Januar -

Forum Jokowi Jatim

BERGERAK DI MADIUN

BERGERAK DI MADIUN
Oleh Aven Januar



Dari sekitar 120 an kota yang pernah kulewati, aku tak pernah melupakan madiun. Banyak sebutan Kota Madiun seperti Kota Pecel karena Nasi Pecel Madiun Sangat terkenal, Madiun Kota Sepur karena Industri Sepur - Kereta Api terbesar di tanah air ini ada di Madiun, Madiun Kota brem karena panganan khas yang terkenal Dari Madiun adalah Brem. Tapi Aku selalu menyebut Kota Madiun -  manusia didikan semaun (madiun).
Madiun kota yang biasa saja, tidak terlalu besar tapi tidak bisa juga dikatakan kecil. Jika siang hari semuanya seakan normal, kegiatan berpusat di pasar sleko dan pasar besar yang memang lokasinya dijantung kota. Serta beberapa pusat keramaian di seputaran Terminal Baru dan seputaran Industri Kereta Api.

Tapi jika saat malam, saat penjual nasi jotos mulai menjajakan dagangannya. Anganku terlintas dikegelapan sejarah republik 1948. Bagaimana malam dilewati selintas beberapa orang yang bergerak dari rumah ke rumah, untuk bercerita dan berdiskusi dengan serius tentang sebuah cita. Tentang sebuah mimpi yang menggantung berjuta harapan. Sosok kurus dengan kondisi hampir tak terurus menelusuri dan memimpin langsung jalannya pergerakan tengah malam itu. Dia sebenarnya seorang bangsawan dari tanah sumatera, tapi dirinya sepenuhnya diabdikan untuk rakyat jelata. Mimpinya tentang negeri ini begitu hebat, mimpinya tentang rakyat indonesia di masa depan begitu luar biasa. Ya itulah Tan Malaka. Banyak muridnya yang mendapat ilmu darinya dan langsung menerapkan dengan membawa keyakinan, indonesia harus bergerak kedepan.

                           Tan Malaka

Ada juga teman dekat Tan Malaka, yang mungkin jauh lebih tak terurus lagi kondisinya. Dia jawa asli, begitu polos, begitu penyayang terhadap orang lain, tapi dibalik sorot matanya menyimpan berjuta ketegasan. Ketegasan itulah yang menimbulkan banyak kesan di bathin yang mendalam bagi warga madiun, siapa lagi kalo bukan semaun. Melalui semaun lah, pergerakan malam itu semakin berarti. Berjalan dari sel ke sel, tanpa merusak inti sel sebenarnya. Dari kelompok kelompok kecil menjadi sebuah kekuatan yang besar. Dari mimpi yang sederhana menjadi mimpi sempurna yang harus diwujudnyatakan.

                                  Semaun


Tapi semaun patah oleh kekuatan yang jauh lebih besar darinya. Kekuatan yang suatu ketika jauh setelah itu Soekarno menyebutnya sebagai neokolim yang keblinger. Dan jauh kedepan melahirkan kelompok yang menopang penguasa yang selama 32 tahun lamanya merusak negeri ini.

Aku dan malam di Madiun saat ini menyimpan berjuta rasa. Berjuta ingatan sejarah yang sulit dilupakan oleh dunia dan republik ini. Madiun telah meninggalkan sejarah. Ya Kunikmati kopi malam ku ini di MADIUN. Dan Aku akan selalu ingat , Aku telah BERGERAK DI MADIUN.



Rabu, 04 September 2019

Materi Pelatihan Jurnalistik Dasar (1) : Menulis Teras Berita




Materi Pelatihan Jurnalistik Dasar (1)

Menulis Teras Berita / Lead
Oleh Aven Januar

CEo AJ Strategies Konsultan Media

Pendahuluan
Berita jika sesuai Wikipedia adalah informasi baru atau informasi mengenai sesuatu yang sedang terjadi, disajikan lewat bentuk cetak, siaran, Internet, atau dari mulut ke mulut kepada orang ketiga atau orang banyak. Laporan berita merupakan tugas profesi wartawan, saat berita dilaporkan oleh wartawan laporan tersebut menjadi fakta / ide terkini yang dipilih secara sengaja oleh redaksi pemberitaan / media untuk disiarkan dengan anggapan bahwa berita yang terpilih dapat menarik khalayak banyak karena mengandung unsur-unsur berita. Stasiun televisi biasanya memiliki acara berita atau menayangkan berita sepanjang waktu. Kebutuhan akan berita ada dalam masyarakat, baik yang melek huruf maupun yang buta huruf.
Yang membedakan Berita dengan Informasi umum lainnya adanya Nilai Berita (News values), Nilai berita setidaknya ada 4 yakni :
1. Aktual 
Keaktualan sebuah berita sangat penting. Berita akan jauh lebih menarik perhatian mayarakat ketika berita tersebut masih hangat dibicarakan, belum lama/ sedang terjadi. Semakin aktual sebuah berita, semakin tinggi pula nilai berita tersebut. Terdapat tiga kategori aktual, yaitu aktual kalender, aktual waktu dan aktual masalah.
2. Fakta / Informatif
Fakta berita adalah adanya unsur informasi jurnalistik yang terkandung didalamnya dengan memenuhi unsur 5W1H (What, Who, When, Why, Where and How). 
3. Menyangkut Kepentingan Orang Banyak
Dalam hal ini Muatan Berita disusun dengan kaidah jurnalistik yang tertulis dengan bahasa baku, sederhana, jelas dan informatif.
4. Mengandung Unsur Kebaharuan
Dalam beberapa penulisan berita haruslah mengandung unsur kebaharuan. bisa kebaharuan informasinya ataupun kebaharuan unsur fakta lainnya.

Teras Berita

Secara umum, berita memiliki bagian-bagian dalam susunannya, yaitu headline, deadline, lead (teras), body, dan ekor.
a. Headline sering disebut judul, yang sering juga dilengkapi dengan anak judul
b. Deadline, yaitu bagian yang terdiri atas nama media masa, tempat kejadian, dan tanggal kejadian
c. Lead (teras berita), yaitu merupakan saripati sebuah berita yang melukiskan seluruh berita secara singkat. Biasanya teras berita ditulis pada paragraf pertama sebuah cerita, dan merupakan bagian paling penting dari sebuah berita karena teras berita menentukan apakah isi berita akan dibaca atau tidak.
d. Body atau tubuh berita, merupakan perkembangan berita. Secara umum isi berita dituliskan pada teras berita, pada bagian body merupakan detail-detail khusus dari inti berita. Body berisi peristiwa yang dilaporkan dengan mendetail dan lengkap, namun tetap menggunakan bahasa yang singkat, padat, dan jelas
e. Ekor berita, merupakan bagian akhir dalam suatu berita. Pada ekor berita diisi dengan kesimpulan dari isi berita. Pada bagian ekor, bahasa yang digunakan adalah bahasa yang singkat dan jelas. 

Teras Berita dalam sebuah berita menjadi sangat penting karena akan menggambarkan keseluruhan berita dan menjadi daya tarik agar berita tersebut diminati dan dibaca khalayak umum. Secara sederhana lead berita itu fungsinya sama dengan intro dalam musik, karena pada hakekatnya bagian awal tulisan tak ubahnya sebagai penarik minat untuk membaca berita seutuhnya.

Cara Menulis Teras Berita sebagaimana dikutip dari buku Bahasa Jurnalistik karya Rosihan Anwar (1984) sebagai berikut :
1. Pokok Terpenting
Teras Berita yang menempati alinea pertama harus mencerminkan pokok terpenting suatu berita. Alinea Pertama itu dapat lebih dari satu kalimat akan tetapi sebaiknya jangan sampai melebihi lima kalimat.
2. RIngkas
Teras Berita jangan mengandung lebih dari 45 kata, Semakin singkat dan jelas teras berita akan jauh lebih baik.
3. Mudah Dimengerti
Teras Berita harus mudah dimengerti, dengan susunan kalimat yang sederhana, dengan mengusung semangat satu gagasan dalam satu kalimat.
4. Pelengkap Di Badan Berita
Hal-hal yang tidak begitu mendesak, hendaknya dimuat dalam badan berita.
5. Utamakan Unsur "Apa"
Teras Berita berkesesuaian dengan naluri pembaca berita yang ingin segera tahu apa yang telah terjadi, unsur "apa" itu berisi kalimat yang sesingkat mungkin yang menyimpulkan kejadian yang telah diberitakan.
6. Mulai dengan unsur "Siapa"
Teras berita juga dapat dimulai dengan unsur "siapa", karena hal itu selalu menarik perhatian manusia. Apalagi kalau "siapa" itu seorang yang menjadi tokoh di bidang kegiatan dan lapangannya.
7. Unsur Waktu (When) Jarang digunakan di Awal
Teras Berita jarang mempergunakan unsur "bilamana" pada permulaan berita. Sebab unsur waktu seringkali sudah termuat dalam headline berita ataupun bukan merupakan bagian yang menonjol dalam suatu kejadian.
8. Urutan : Tempat = Waktu
Urutan dalam teras berita sebaiknya unsur tempat dulu, kemudian disusul oleh unsur waktu.
9. Unsur dalam badan berita
Unsur "Bagaimana" dan unsur "Mengapa" diuraikan dalam badan berita.
10. Teras Kutipan
Teras berita dapat dimulai dengan kutipan pernyataan seseroang (quotation lead), asalkan kutipan itu bukan suatu kalimat yang panjang.
Untuk memudahkan dalam menulis maka lead diklasifikasikan menjadi beberapa jenis:
  1. Summary Lead, jenis ini cukup berisi ringkasan singkat tentang inti yang terjadi dalam sebuah kejadian. Lead jenis ini yang biasa dipakai untuk berita singkat seperti straight news ataupun flash news. Lead jenis ini menyajikan unsur 5W + 1 H didalamnya secara singkat.
  2. Comprehensive lead, jenis ini menggambarkan secara keseluruhan gambaran dari sebuah kejadian. Lead jenis ini biasa juga disebut roundup lead. Lead jenis ini menekankan unsur “kapan” dalam pembukaan yang menjadi esensi berita yang diikuti oleh fakta-fakta lainnya.
  3. Accident lead, jenis ini adalah kombinasi dari summary lead dan  comprehensive lead. Yang menjadi ciri khas dari lead jenis ini karena lead ini lebih menekankan pada unsur “siapa” pada penulisannya.
  4. Punch lead, jenis ini dimulai dengan menuliskan fakta terbesar, dan terpenting dalam berita. Jenis ini disebut punch lead karena “guncangan” akan dirasakan pembaca pada baris kalimat dan akan terus membaca berita tersebut.
  5. Crusade lead, jenis ini digunakan untuk mengkampanyekan atau menjelaskan suatu kejadian yang tidak pasti.
  6. Astonisher lead, jenis ini ditunjukan untuk membuat pembaca tercengang sehingga akan timbul rasa penasaran untuk membaca kelanjutan berita tersebut.
  7. Explosive lead, jenis ini adalah jenis lead yang biasa digunakan untuk menulis berita yang mengagetkan para pembaca.
  8. You-and-I lead, jenis ini biasa digunakan untuk berita yang membutuhkan kedekatan antara berita dengan pembaca. Hal ini agar pembaca merasa lebih dekat secara emosional dan menarik untuk membaca berita tersebut.
  9. Suspended-Interest lead, jenis ini menggunakan fakta tambahan diawal dan memindahkan fakta utama di belakang lead.
  10. Question lead, jenis ini menggunakan pertanyaan untuk memulai bertia yang akan disampaikan.
  11. Quote lead, jenis ini menggunakan kutipan dari perkataan narasumber sebagai awalan berita yang akan disampaikan.
  12. Dependent lead, jenis ini digunakan untuk memberi tekanan pada sebab-akibat dari sebuah kejadian. Biasanya lead jenis ini menggunakan kata hubung pada awal kalimat.
  13. Than-and-Now lead, jenis ini biasa digunakan untuk menambah kesan dramatis pada sebuah berita dengan menggambarkan dulu dan sekarang.
  14. Here-and-There lead, Jenis ini biasa digunakan untuk membandingkan satu tempat dengan tempat lainnya.
  15. Epigram lead, jenis ini menggunakan sajak atau ungkapan pendek untuk mengawali lead. Ungkapan tersebut bisa berarti baik ataupun sebaliknya.





Senin, 02 September 2019

Kekayaan Blitar Selatan Habis Dikuras

Kekayaan Blitar Selatan Habis Dikuras
Oleh : Pravendi Januarsa*

CUKUP SUDAH! 

Hentikan Investasi Baru Pertambangan Besar yang Menista Rakyat! Lagipula, siapakah yang bisa mengembalikan lagi kekayaan 
Indonesia yang diambil oleh mijnbedrijven partikelir, yakni perusahaan-perusahaan partikelir, sebagai timah, arang batu dan 
minyak. Siapakah nanti yang bisa mengembalikan lagi kekayaan-kekayaan tambang itu? Musnah-musnahlah kekayaan-kekayaan itu buat 
selama-lamanya bagi pergaulan hidup Indonesia, masuk ke dalam kantong beberapa pemegang andil belaka!
( Soekarno, 
Indonesia Menggugat 1961 )

Itulah sedikit gambaran kekhawatiran Bung Karno sebagai negarawan ketika kekayaan 
tambang kita menjadi satu komoditas bagi perkembangan dunia Global. Pada akhirnya kita sebagai pemilik negri hanya bisa diam ketika kekayaan alam kita tidak sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat Indonesia tetapi telah membuat kaya Negara-Negara Besar. Seperti apa yang telah terjadi dipenghujung 2004 yang lalu hampir 80% wilayah Blitar Selatan telah kebanjiran, yang diakibatkannya kurangnya daerah resapan air karena hutan telah gundul dan tidak berjalannya Proses Reklamasi Tanah dan Hutan. 

Siapa yang mau bertanggungjawab terhadap kebanjiran itu? Apakah Raja-Raja kecil penguasa pertambangan Blitar Selatan itu yang siap bertanggungjawab ketika beking atau aparat yang melindungi kegiatan pertambangan itu Lari tunggang-langgang? Ataukah justru para beking itu yang telah lari dari tanggungjawab padahal mereka adalah pengemban amanat Rakyat Blitar Selatan pada khususnya dan Masyarakat Kabupaten Blitar pada umumnya? Saya menyatakan keprihatinan dan kemarahan saya terhadap sistem yang telah menistakan dan menghinakan hak sepenuhnya masyarakat Blitar sebagai bagian dari Rakyat Indonesia. Setiap harinya seluruh masyarakat Blitar Selatan baik laki-laki, perempuan, tua dan muda harus mempertaruhkan kesehatan dirinya akibat kegiatan pertambangan tersebut dari sakit mata karena kelilipen debu-debu yang berterb angan, Infeksi saluran pernapasan atas, paru-paru hingga yang paling parah sekalipun. Para aparat yang berwenang di wilayah pertambangan tersebut tak pernah menyampaikan hasil laboratorium dan dampak lingkungan serta dampak sosial ekonomi secara transparan kepada publik apakah 
kegiatan pertambangan tersebut telah layak untuk dilaksanakan dan apakah hasil setiap harinya mampu memberikan tunjangan kesehatan dan tunjangan sosial lainnya bagi masyarakat Blitar. Keprihatinan saya menyatakan bahwa kesan ditutup-tutupi atas semua hal diatas adalah upaya untuk menutupi borok dalam pelaksanaan sistem politik-ekonomi yang berjalan selama puluhan tahun 
yang mendukung kegiatan pertambangan tersebut. Dengan adanya banjir besar di penghujung tahun 2004 yang lalu telah membuktikan di hadapan masyarakat Blitar bahwa kegiatan pertambangan itu telah membawa dampak kehancuran atau destruktif terhadap lingkungan alam sekitarnya.

Adalah satu kenyataan yang ironis bahwa masih terdapat fakta ketimpangan dan kesenjangan sosial-ekonomi yang mengerikan di Kabupaten Blitar khususnya di wilayah Blitar Selatan, berdamping-dampingan dengan kerakusan operasi raksasa industri pertambangan mengeruk kekayaan alam berton-ton dari bumi, menghasilkan milyaran rupiah perharinya, padahal disekitarnya terdapat kemiskinan yang kronis yang selalu mengandalkan proyek bantuan gardu taskin dari pemerintah propinsi. Sebut pula beberapa wilayah tambang, misal Ball Clay yang digunakan sebagai bahan industri keramik halus dan porselen. Di desa ngeni, desa pasiraman, desa bakung, desa wates dan banyak wilayah lagi tersebut sebagai wilayah Ball Clay yang berkualitas terbaik se-Jawa Timur ternyata di wilayah sekitarnya pun masih tampak kemiskinan yang kronis. 

Sebut Lagi misal Gamping atau batu kapur halus yang berada di wilayah perbukitan Blitar Selatan yang melintasi 3 Kecamatan yaitu Binangun, Wonotirto dan Bakung yang disebut juga memiliki kandungan Gamping terbesar di Jawa Timur ( 1.286.000 meter Kubik olahan data dinas pertanian dan pertambangan Propinsi Jawa Timur tahun 1996 ) ternyata juga menyisakan kemiskinan dan ketidaksejahteraan bagi masyarakat sekitarnya. Belum lagi hasil Pertambangan Lainnya seperti Kaolin, Andesit, Marmer dan Granit, yang mana belum sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat Blitar Selatan pada khususnya dan Masyarakat Blitar pada umumnya.

Ditambah dampak lingkungan yang timbul akibat proses Industri Pertambangan itu, walaupun belum ada lembaga ataupun laboratorium yang menghasilkan sebuah fakta dari dampak lingkungan tersebut, akan tetapi hampir setiap harinya di 3 kecamatan ( Binangun, Wonotirto & Bakung ) ditemui masyarakat yang sakit sesak napas, Infeksi Saluran Pernapasan Atas, radang paru-paru dan berbagai penyakit yang berkaitan dengan pernapasan, belum lagi fakta bencana alam berupa banjir yang terjadi secara periodik sepuluh tahunan menerjang Wilayah Blitar Selatan. Selain merupakan gejala yang universal diatas, di tengah rendahnya Sumber Daya Manusia Masyarakat Blitar Selatan berpotensi kuat terjadinya Pelanggaran Hak Asasi Manusia yaitu adanya pemaksaan pada proses alih fungsi lahan menjadi areal pertambangan, dan hilangnya hak atas Lingkungan Hidup yang sehat bagi masyarakat Blitar Selatan.

Pelanggaran Hak Asasi Manusia, pemiskinan Rakyat dan Penghancuran Lingkungan Hidup di sekitar wilayah Pertambangan Blitar Selatan yang didominasi oleh Raja-Raja kecil Blitar yang berkonsesi politik dengan Aparat Birokrasi, sesungguhnya menegaskan masih bertahannya karakter model penguasaan sektor pertambangan pada masa penjajahan ataupun pola rezim orde baru hanya berbeda aktor pelaksana lapangannya saja. Bagi pelaku dunia usaha umumnya yang terjadi bahwa Blitar Selatan sebagai pemasok Bahan Baku Potensial hanya akan mendapatkan 25-30% dari total keuntungan dari Keuntungan Penjualan Barang Jadi. Hasil tersebut masih terbagi lagi oleh beberapa orang yaitu Penguasa Wilayah Tambang atau Raja-Raja kecil tadi dan terbagi sebagai dana jaminan keamanan Pertambangan oleh Aparat Birokrasi maupun Aparat Keamanan. Padahal seharusnya dalam logika Industri Bahan Baku menjadi Barang Setengah Jadi dan Barang Jadi, seharusnya Bahan Baku mendapatkan harga pengembalian sebesar 60-70% dari keuntungan Barang Setengah Jadi. Dan seharusnya Dana sisanya bukan sekedar menjadi dana jaminan keamanan Aparat Birokrasi dan Aparat Keamanan tapi sepenuhnya untuk kesejahteraan sosial masyarakat Blitar Selatan. Pengambilalihan Nilai Lebih inilah yang merupakan logika Kapitalisme Global Saat ini. Mengingat rendahnya Sumber Daya Manusia Indonesia yang menganggap bahwa keuntungan itu adalah lebih baik daripada tidak untung sama sekali. Yang perlu diingat bahwa atas tindakan kita hari ini yaitu mengeruk kekayaan alam kita maka tidak akan tersisa kekayaan bahan tambang tersebut untuk anak-cucu kita. 

Dan apakah keuntungan itu sudah mampu memberikan keuntungan sosial sepenuhnya bagi kita Rakyat Indonesia yaitu permasalahan Jaminan Kesehatan dan Pelayanan Sosial lainnya termasuk Pendidikan.Oleh Karena itu perlu adanya penghentian sementara dari Proses Industri Pertambangan yang dilaksanakan oleh pemerintah Kabupaten Blitar sebagai Aparat Birokrasi Lokal. Meneliti kembali dampak lingkungan yang ada serta jaminan proses Reklamasi Lahan Pasca Tambang. Melibatkan Lembaga Swadaya Masyarakat dalam rangka memberikan gambaran dampak sosial ekonomi yang didapat dari proses pertambangan itu. Pemerintah Kabupaten Blitar melakukan peninjauan ulang khususnya pendapatan dari Hasil Pertambangan yang mana menurut Rencana Strategis Kabupaten Blitar Tahun 2001 sektor pertambangan hanya menghasilkan pendapatan 11,48 Miliar Rupiah Pertahun yang didapat dari Retribusi Perbaikan Jalan dan Perijinan Pertambangan, menunjukkan ketidakseriusan pemerintah Kabupaten dalam pengelolaan Pertambangan dan Hasil-hasilnya. Selain itu yang harus dilaksanakan juga adalah Hasil Pendapatan Pertambangan dengan perimbangan 40% untuk kembali kepada masyarakat Blitar Selatan berupa Jaminan Kesehatan, Dana Sosial Kemasyarakatan, Anggaran Pendidikan dan Lain-lain, sedangkan 60% hasilnya adalah sepenuhnya diserahkan untuk kemajuan Kabupaten Blitar pada Umumnya. 

Pengharapan akan sebuah kesejahteraan Bagi Masyarakat Blitar Selatan adalah satu impian selama sekian puluh tahun lamanya. Selain itu terdesaknya mereka oleh kondisi Labelisasi atau Stigma Politik masa lalu yang menyebabkan kehidupan mereka semakin menderita. 
Sebagai bagian dari masyarakat Indonesia secara umum harusnya mereka adalah menjadi tanggungjawab dari Pihak Eksekutif dan 
Legislatif.

Globalize Hopes, Globalize Struggle !!!
(Satukan Harapan, Satukan Perlawanan)

*Pravendi  Januarsa Aktif dalam kegiatan Pengamatan Sosial Kemasyarakatan Wilayah Mataraman Jawa Timur. 
Hubungi avenjatim@gmail.com
jika ingin berdiskusi dengan penulis.

Tulisan ini dimuat 
15 Desember 2006 oleh  :
http://pustakalewi.com/?mod=berita&id=4915