Jumat, 20 November 2020

Ricky Yakobi , You Are The Legend

Berdasarkan informasi yang diterima Kompas.com dari pesan broadcast WhatsApp, Ricky meninggal di Rumah Sakit Mintoharjo, Sabtu (21/11/2020).

"Innalilahi wainnailahi rojiun, telah meninggal dunia sahabat dan pemain Nasional kita bang Ricki Yacobi di RS Mintoharjo . Semoga Almarhum meninggal dalam keadaan Husnul Khatimah. Alfatihah."

---------------------------

RICKY YAKOBI
You Are The Legend 
Aven Januar 


Ricky Yakobi,  adalah sosok yang membuat remaja seusiaku waktu itu mengenal sepakbola. Bahkan memaksa alm mama untuk aku minta belikan sepatu bola. Sepatu bola "adidas" yang Pul 6 itu adalah sepatu andalan legenda striker timnas waktu itu, Ricky Yakobi.  

Ya belakangan dikenal dengan nama belakang Yakobi,  panggilan yang  didapatnya saat merumput di Jepang,  ya dia pemain Indonesia pertamakali yang merumput di J-League. Pemain Penyerang dengan karakter oportunis ini banyak mengandalkan kecepatan dan tendangan gledeknya.  

Sepanjang karirnya hanya dihabiskan di dua klub indonesia saja,  yang pertama tentu Arseto Solo,  klub yang membesarkan namanya,  dan yang kedua adalah PSMS medan setelah itu lalu karirnya berhenti di Klub Matshusita FC.

Ricky Yakobi ini naik daun ditengah persaingan bertabur bintang penyerang timnas Indonesia,  ada Adjat Sudrajat - pemain asli bandung yang bergerak sangat lincah dan cepat di sayap kiri Timnas Indonesia,  ada penyerang asli papua yang gayanya juga jadi idola ku waktu itu Adolf Kabo (Perseman-Manokwari) - pemain dengan kecepatan dan jika saat ini bisa disejajarkan dengan Boaz Salossa  dan yang ketiga tentu Penyerang legenda timnas juga, Bambang Nurdiansyah, pemain dengan tendangan gledek tapi kurang bagus dalam dribbling.  

Sebagai Penyerang pelapis diantara para bintang tersebut. Tentu Ricky Yakobi berusaha membuktikan kualitasnya diantara pemain bintang tersebut.  Momentumnya adalah asian Games 1986 di korea selatan,  waktu itu Ricky Yakobi mencetak gol ke gawang UEA, Gol voli dengan tendangan langsung tanpa sempat menyentuh tanah, ia lesakan dari sisi kiri gawang UEA dalam jarak yang amat jauh.

Sejak saat itu,  Timnas selalu memilih Ricky Yakobi sebagai penyerang.  Baik penyerang ganda maupun penyerang tunggal timnas.  Eranya di Timnas 1986 - 1991, total ricky yakobi melesakkan 15 Gol untuk Timnas dari 31 kali penampilannya bersama timnas.  

Pelatih Timnas pada era itu pun demi menuruti seorang ricky yakobi , pola standar klasik Timnas Waktu itu antara 4-4-2 yang berjaya di era timnas 60-an dan 70-an serta formasi modifikasi 3-5-2 , memaksa Coach Timnas memakai 4-5-1 untuk menuruti gaya oportunis Ricky Yakobi.  Dengan tiga gelandang serang dibelakangnya yakni zulkarnain lubis,  rully nere dan adjat sudrajat/bambang nurdiansyah,  maka Timnas era itu pun bak Tim bertabur bintang di kawasan asia tenggara waktu itu.  Melalui umpan umpan terukur dari ketiga gelandang serang dan playmaker Budi Johanis, Ricky Yakobi pun menjadi goal getter hebat timnas era itu.  

Saat akhir masa hidupnya, Ricky Yakobi mendirikan mendirikan Sekolah Sepak Bola (SSB) Ricky Yacobi di Jakarta.

Yang istimewa dari SSB Ricky Yacobi adalah murid-muridnya terbebas dari iuran. Hal itu ditujukan untuk membantu anak-anak yang kurang mampu dalam mengembangkan bakatnya di dunia sepak bola. 

You Are The Legend.  Ricky Yakobi telah meninggalkan banyak hal khususnya dunia sepakbola Indonesia. Gaya bermain,  Sepatu Pul 6 yang jarang dipergunakan Penyerang Tengah,  dedikasinya pada dunia sepakbola indonesia baik saat menjadi pemain maupun saat menjadi pelatih serta rasa sosialnya yang tinggi kepada anak anak kurang mampu. 

Dunia sepakbola Indonesia Berduka.
Selamat Jalan Bung Ricky Yakobi.

Jumat, 18 September 2020

Syair Anak Mentari By Bung Aven

Anak Mentari
Bung Aven


Kenapa aku harus tertunduk dan tersipu ketika aku hanya terlahir dari keluarga di tepian kota

Yang justru banyak mengajarkan aku tentang bagaimana menegakkan kepala untuk tidak sombong

Yang banyak mengajarkan tentang menikmati indahnya keterbatasan

Yang mengajarkan aku bagaimana mengepalkan tinju keatas tanpa harus menantang keadaan

Banyak yang putih dan hitam datang menawarkan bantuan untuk ku melangkah.

Tapi kutolak dengan perlahan, kujawab dengan tegas

Jika mentari mampu memberikan sinarnya esok hari maka aku akan berdiri didepannya dan tetap hidup

Jika sang bulan masih setiap malam menyapaku dengan senyuman, kuhantarkan kepala ku untuk meneduhkan dalam belaiannya

Banyak yang bersedih hati untuk menangisi keadaan yang serba terbatas

Kuteriakan kepada mereka tentang apa yang harus mereka bangunkan

Tak ada satu pemerintah pun di dunia yang mau memikirkan kita

Tak ada satu pun pemimpin yang mau menanggungjawabi kesedihan di malam-malam mu

Tak ada satu pun, Ingat Itu !!!!

Biarkan hari ini dan esok, kita bertarung, ya bertarung seperti singa yang sedang lapar

Biarkan rasa lapar menjadi kan kita gagah layaknya bloody martini

Tapi ingat tetap Cerdiklah seperti Ular dan Tuluslah seperti Merpati

karena kita terlahir sebagai anak mentari yang dibanggakan oleh para kaum papa

Karena kita anak mentari !!! alam lah yang membelai mu, alam lah yang menjaga mu, alam lah yang mengajarkan mu……

Bung Aven

Rabu, 09 September 2020

KENAPA AKU HARUS MEMULAI DI ISTANA GEBANG?


Kenapa harus gebang? Kenapa aku harus memulai dari Gebang?  

Bagi sebagian besar kaum nasionalis di #Blitar,  istana gebang adalah simbol pergerakan.  

Ya,  di pertengahan 1960an ketika posisi bung karno sudah tertekan oleh kelompok nekolim. Berkumpullah sekitar 100an pemuda dari seluruh penjuru blitar berkumpul dihalaman istana gebang,  yang berada di Jl Sultan Agung sekarang.  Para pemuda itu hanya berpakaian apa adanya,  hampir semuanya adalah para petani kebanyakan.  Pakaiannya kumal,  dan kalopun ada yang memegang senjata hanyalah parang dan clurit.  Mereka berkeyakinan bahwa itulah saatnya melawan kelompok nekolim keblinger yang diserukan Bung Karno dipertengahan 1960an itu juga. 

Sosok perempuan penghuni rumah gebang tersebut yang waktu itu usia sekira 65 thnan kakak perempuan Bung Karno,  Bu Wardoyo begitu orang blitar memanggilnya berkata kepada para pemuda itu "Jika kalian semua masih percaya pada Karno,  simpanlah amarahmu,  dan berjagalah disini menunggu perintahnya," pelan tapi tetap bernada tegas.  

Sejak hari mereka berkumpul itu,  mereka semua menunggu perintah sambil berlatih ilmu kanuragan dan ilmu pencak silat.  Mereka percaya itu semua membuat mereka mampu melawan kelompok nekolim yang keblinger tadi.  Pada siang hari,  ilmu kanuragan dan ilmu pencak silat mereka diasah dibawah bimbingan bu Wardoyo yang konon juga memiliki ilmu kanuragan tinggi.  

Disaat malam hari,  mereka mendapatkan pencerahan ideologis langsung dari Bu Wardoyo - Kakak Kandung Bung Karno - yang waktu itu dikenal rajin mengumpulkan teks tulisan soekarno dari berbagai media lokal dan internasional maupun buku buku tulisan soekarno yang telah beredar.

Lebih dari 150 an hari mereka ditempa siang dan malam, mereka juga bergantian berjaga di area seluas kurang lebih 4 hektar itu,  sambil menunggu perintah dari Bung Besar yang tak kunjung datang.  

Hingga akhirnya di suatu hari yang cerah Bu Wardoyo berkata "tinggalah sekira 10 orang disini yang lain segeralah kembali ke desa masing-masing,  bawa bekal ilmu dari sini untuk menjaga desa kalian dari serangan kelompok nekolim keblinger itu," 

Atas seruan itu mereka pun kembali ke desa masing - masing dengan membawa bekal keyakinan bahwa suatu ketika Bung Besar akan membawa perintah kepada mereka. 

Demikianlah yang terjadi di Kota kecil kami blitar.  Cerita diatas saya rangkum dari beberapa sesepuh blitar,  ada beberapa yang sudah meninggal dan masih ada beberapa yang masih hidup.  Kebenaran cerita diatas bisa jadi benar adanya karena sejak saat itu sampai hari ini,  Blitar Raya dihuni ribuan dan puluhan ribu orang yang memahami ideologi marhaenisme ajaran soekarno. Dan mengenal dalam sosok Bung Besar itu. Mereka yang masih setia menunggu perintah melawan yang tak kunjung datang dari bung besar hingga akhir hayatnya mereka sendiri.  

Berbekal keyakinan itulah,  kenapa aku harus memulai dari Istana Gebang.  Sejarah besar pergerakan ideologis itu pernah dimulai disitu. Dan saatnya aku harus memulai dari situ juga.  

- aven januar -


Keterangan Tambahan :

Istana Gebang merupakan rumah keluarga Bung Karno yang berdiri diatas lahan seluas 1,8 hektar. Terdiri dari sebuah rumah induk dengan delapan bangunan rumah lain.

Banyak wisatawan luar Blitar yang tak tahu menahu dengan kediaman ini. Rumah tua ini yang berkaitan erat dengan Bung Karno karena menjadi tempat istirahat di masa kecilnya. Asal usul rumah ini berawal dari Sang Ayahanda Bung Karno yaitu R.Soekeni Sosrodihardjo yang dipindahkan tugaskan dari Mojokerto ke Blitar. Beliau menetapkan sebagai Guru Sekolah Guru Laki-Laki (Sekolah Jongens Normal) yang sekarang bernama SMAN 1 Blitar.


Istana Gebang
Jl. Sultan Agung No.59, Sananwetan, Kec. Sananwetan, Kota Blitar, Jawa Timur 66137
(0342) 801126
https://goo.gl/maps/1YPSBBNrQpz84acf6 


Senin, 03 Agustus 2020

Dirgahayu Mas D. Adi Sutarwijono S. Ip.


Sosok sederhana dan mudah bergaul itu mungkin karakter asli dari ex jurnalis senior ini.  Nama lengkapnya D. adi Sutarwijono S. ip.  Sosok ini dibesarkan dari Karangsari Kec Sukorejo Kota Blitar ini. Putra dari Guru SD yang dulu saya kenal waktu pos jurnalisnya dia di warung kopi pinggir kalimas disebelah gedung DPRD kota surabaya sekarang di awal tahun 2000an. 

Dulu guyonannya "Nek aku sesuk ngantor nang njero iku,  kabeh sing ngopi nang pinggir kali tak pindah nang njero" hehehehe kelakar khasnya itu jadi kenyataan karena beliau sekarang adalah ketua DPRD kota Surabaya.  Dan kami pun ngopi rutin didalam ruangan ketua DPRD kota Surabaya hehehehe

Saat menjadi tim kerja bersama beliau dalam beberapakali periode kampanye mulai dari Kampanye Pilgub 2008 , pilgub 2013 dan Pilpres 2014, mas awi panggilan akrabnya ini sosok yang disiplin terkait timeline kerja.  Katanya "Gagal dalam suatu pekerjaan itu hal biasa,  tapi kita semua harus disiplin waktu kerja agar setiap kita menghargai waktu, " . Quote nya ini menjadi salah satu ajaran yang kupegang sampai hari ini.  
Hari ini mas awi ulang tahun semoga tetap sukses selalu.  Terlalu sederhana sehingga tak pernah punya FB.  ataupun sosmed yang lain.  

Salam saya, 
Teman ngopimu mas 

- aven januar -

Selasa, 07 Januari 2020

Megawati Raih Gelar Doktor (HC) yang ke-9

Raih Gelar Honoris Causa Ke-9 yang Diterima Hj. Megawati Soekarnoputri dibidang Kemanusiaan.

Megawati Bersama Rektor 
Soka University Japan

Pertamakali gelar Honoris Causa dibidang kemanusiaan diraih Ketum DPP PDI Perjuangan Hj Megawati Soekarnoputri . Setelah tiga bidang lainnya telah diraihnya yakni dibidang hukum Dan Pemerintahan serta spesialisasinya yakni dibidang Politik.
Mungkin yang tidak kenal beliau akan segera menyinyirnya apalagi yang berseberangan dengan Megawati Secara politik.

Saya pribadi menilai Megawati ini cukup fenomenal Dan bersejarah, saat ini Megawati adalah perempuan satu satunya di Asia yang memiliki Garis politik terpanjang selaku Ketua Umum Partai Politik. Jika dihitung sejak Kongres Luar Biasa PDI 1993 berarti total Megawati telah memimpin Parpol selama 27 tahun ! Luar Biasa !

Sejak pertamakali direkrut PDI selaku Jurkamnas - Juru Kampanye Nasional pada Pemilu 1987 , Megawati dengan telaten merekrut Dan merangkul arus bawah Suara parpolnya. Dan mampu merebut hati rakyat Indonesia dengan ikon Keluarga besar Proklamator Indonesia, yakni Soekarno. Megawati keliling Indonesia, masuk ke pelosok-pelosok Nusantara dengan kesederhanaan Dan keahliannya dalam meyakinkan massa rakyat.

 
            Megawati Saat di KLB PDI 1993

Alhasil, hasil Kursi PDI di DPR RI yang "hanya" 40 Kursi pada Pemilu 1987 meingkat menjadi 56 Kursi pada Pemilu 1992 atau bertambah 16 Kursi DPR RI. Hasil ini yang menyebabkan Pemerintah Orde Baru Berusaha menggagalkan hasil pemilihan KLB PDI 1993 di asrama haji surabaya, yang Secara aklamasi menunjuk Megawati sebagai Ketua Umum PDI.
Satu yang serius menjadi Catatan kami sebagai kader parpol atau setidaknya yang pernah kenal dengan nya Megawati adalah Sosok yang bersahaja Dan sederhana. Setiap kali mengenalkan dirinya Kepada yang lebih muda, dia selalu menyebut dirinya dengan "Panggil Saja Mbak Mega".

Sosok berusia 72 tahun ini juga melahirkan konsepsi tentang bentuk Kepartaian Secara modern. Mulai perbaikan mekanisme Kongres Partai sejak Kongres Rakyat PDI Perjuangan 8-10 Oktober  di Denpasar Bali. Warga PDIP menyebutnya sebagai Kongres Rakyat, Bali Merah Total !

Megawati yang terpilih Secara aklamasi pada Kongres Rakyat bergerak cepat dengan menyusun Piagam PDI Perjuangan, AD/ART Partai yg akhirnya disahkan oleh Notaris Pada 1 Februari 1999 dengan nama PDI Perjuangan dengan logo Moncong Putihnya. Dideklarasikan di istora senayan 14 Februari 1999, yang mana saat itu dikenal "Jakarta Merah Total" ! Media Massa Luar Negeri Waktu itu menyebut 300 Ribu Massa Rakyat Jakarta turun kejalan menyambut Deklarasi PDI Perjuangan di Istora Senayan Dan siap mengikuti Pemilu Pertama di Era Reformasi 1999.

Dan pada Pemilu 1999 PDI Perjuangan Meraih Suara 35.689.073 Suara atau setara 33,74% Suara sah nasional Dan berhasil Meraih 153 Kursi.

Pasca Pemilu 1999 Megawati setelah menyusun langkah Konstitusional Partai Secara Internal Dan Eksternal. Megawati segera bersiap melakukan langkah - langkah  organisasional dimulai saat Kongres 1 di Semarang pada tahun 2000. Dimana Pasca Kongres Semarang mulai dilakukan langkah langkah kaderisasi partai Dan kaderisasi bagi anggota Dewan yang terpilih melalui Pemilu 1999. Megawati sadar bahwa kader partai awalnya adalah arus bawah yang rendah Secara kualitas berpolitik nya maupun rendah skill berorganisasinya.


Ditengah keseriusannya menata organisasi, PDI Perjuangan mengalami ujian yang cukup berat yakni kekalahan dalam Pemilu 2004 Termasuk Pilpres dimana Megawati berpasangan dengan Ketua PBNU alm KH Hasyim Muzadi, serta kehilangan Kursi cukup Banyak di DPR RI. Megawati Waktu itu Secara tegas mengatakan "PDIP Oposisi!" "PDIP Oposisi Konstitusional , Oposisi yang siap melakukan kritik dan penyeimbang bagi koalisi Pemerintah SBY-JK". Suatu langkah strategis Kepartaian yang cukup berat di Era Reformasi, tapi Megawati tetap melakukannya dengan target strategis adalah merebut kekuasaan pada Pemilu Selanjutnya.

Sepanjang Dua Periode PDIP sebagai Oposisi, melakukan gerak senyap tanpa pemberitaan media, dengan tetap konsisten melahirkan kader-kader muda potential hasil kaderisasi internal partai sebagai calon pimpinan nasional selanjutnya. Lahirlah Joko Widodo, Djarot Syaiful Hidayat, Ganjar Pranowo, Tri RismaHarini, Dan lain-lain. Walaupun ada beberapa kader partai yang keluar Dari PDI Perjuangan, Megawati hanya bersikap "Ini dinamika berpolitik Dan dinamika berorganisasi, yang keluar Silahkan keluar, yang didalam tetap Terus konsolidasi!".

Alhasil Pada Pemilu 2014 PDI Perjuangan berhasil mencapai tujuan strategis yang telah ditetapkan oleh Megawati yakni Merebut kekuasaan untuk rakyat. Melalui pasangan Joko Widodo - Jusuf Kalla Meraih 70.997.883 Suara atau setara 54,15% Suara sah nasional pada Pilpres 2014. Sedangkan PDI Perjuangan Pemenang Pileg 2014 dengan hasil 23.681.471 Suara atau setara  dengan 18,95% Suara sah nasional.

Dilanjutkan dengan Kemenangan PDI Perjuangan dan Pasangan Jokowi-Maruf Amin pada Pileg/Pilpres 2019. Jokowi - Maruf Amin memperoleh 85.607.362 atau setara 55,50 persen suara sah nasional. Sedangkan PDI Perjuangan memenangkan Pileg dengan perolehan 27.053.961 Suara atau setara 19,33% Suara sah nasional.

Saat ini Megawati telah Meraih Banyak penghargaan nasional maupun internasional, saat ini melalui PDI Perjuangan , Megawati menetapkan arah Dan perjuangan strategis pembangunan nasional Pasca direbutnya Kemenangan pada Dua Pemilu terakhir. Berbagai agenda program kerakyatan dan kebangsaan telah ditetapkan Dan saatnya PDI Perjuangan melaksanakannya dan mampu merebut Kemenangan Sejati rakyat Indonesia.


   


Selamat Kepada Megawati Soekarnoputri yang telah Meraih gelar Honoris Causa nya yang kesembilan Dari Universitas Soka, Tokyo, Jepang, Rabu (8/1/2020) dalam Bidang Kemanusiaan. Gelar HC ini diberikan karena Megawati dinilai Banyak memberikan sumbangsih pemikiran Dan tindakan dibidang Kemanusiaan.


- Aven Januar -

Ketua Departemen Pembinaan UKM DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 2005 - 2010

Ketua Departemen Pemuda 
DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 
2010 - 2015

Badan Infokom DPD PDI Perjuangan Jawa Timur 2010 - 2015


Contact penulis : avenjatim@gmail.com

Sabtu, 28 Desember 2019

JELANG AKHIR TAHUN 2019


*Jelang Akhir Tahun 2019*


               (alm) DR.(ec).H. Suprajitno


Disaat kecil papa menjelaskan kenapa malam tahun baru seluruh keluarga harus duduk kumpul bersama Dan menikmati akhir tahun dengan Kebahagiaan Dan Keceriaan.

Papa menegaskan bahwa hidup manusia itu hanya sebentar, kalau sambut tahun baru dengan hati sedih dan ada tersimpan marah maka sepanjang tahun ke depan tidak bertemu kebahagiaan tetapi bertemunya dengan kesedihan dan hati selalu penuh dengan amarah.

Rejeki yang baik adalah rejeki tahun mendatang yang disambut dengan sukacita Dan kegembiraan. Dan bukan disambut dengan hati sedih, Penuh amarah Dan dengki.

Dan jika dalam Membaca Doa ditengah keheningan tahun baru adalah Doa yang Penuh Rasa optimis  Dan prasangka baik terhadap masa depan. Sehingga selama satu tahun mendatang bukan lagi menjadi tahun ketidakberuntungan Dan ketidakjelasan Arah Masa depan.

Jika sempat melakukan Sholat malam lakukanlah dengan niatan dalam hati semoga Tahun depan lebih baik dalam menjalankan Ibadah kepada Allah SWT. Dan meningkatkan ketakwaan dengan beramal sebanyak-banyaknya baik amalan Materi maupun amalan non Materi dalam bentuk ilmu pengetahuan.

Jika Jelang Shubuh di tahun baru , Papa selalu mengucapkan Subhannallah .... kami sekeluarga telah Kau berikan bertambahnya umur, rejeki Dan kesehatan. Allahumma Amien.

Dan jika sudah Matahari Terbit di Hari Pertama Tahun Baru , Papa Mengucapkan Allahu Akbar.... Kau telah tunjukkan kebesaranMu dengan memberikan kesempatan pada kami untuk bisa menikmati Tahun Baru dengan Kegembiraan. Allahumma Amien.

Selamat Tinggal tahun 2019 dengan segala Penuh kenangan, Rahmat, rejeki Dan kesehatan untuk Keluarga kecil kami.

Selamat Datang Tahun 2020 , kami menyambutmu dengan segala Rasa optimis, Penuh semangat Dan kegairahan untuk segala tantangan Dan hambatan yang akan muncul di tahun 2020.

_Lā haula wa lā quwwata illā billāhil ‘aliyyil azhīmi_

_Tiada Daya Dan Supaya kecuali dengan kekuatan Allah yang Maha Tinggi dan yang Maha Agung_



- Aven Januar -

Forum Jokowi Jatim

BERGERAK DI MADIUN

BERGERAK DI MADIUN
Oleh Aven Januar



Dari sekitar 120 an kota yang pernah kulewati, aku tak pernah melupakan madiun. Banyak sebutan Kota Madiun seperti Kota Pecel karena Nasi Pecel Madiun Sangat terkenal, Madiun Kota Sepur karena Industri Sepur - Kereta Api terbesar di tanah air ini ada di Madiun, Madiun Kota brem karena panganan khas yang terkenal Dari Madiun adalah Brem. Tapi Aku selalu menyebut Kota Madiun -  manusia didikan semaun (madiun).
Madiun kota yang biasa saja, tidak terlalu besar tapi tidak bisa juga dikatakan kecil. Jika siang hari semuanya seakan normal, kegiatan berpusat di pasar sleko dan pasar besar yang memang lokasinya dijantung kota. Serta beberapa pusat keramaian di seputaran Terminal Baru dan seputaran Industri Kereta Api.

Tapi jika saat malam, saat penjual nasi jotos mulai menjajakan dagangannya. Anganku terlintas dikegelapan sejarah republik 1948. Bagaimana malam dilewati selintas beberapa orang yang bergerak dari rumah ke rumah, untuk bercerita dan berdiskusi dengan serius tentang sebuah cita. Tentang sebuah mimpi yang menggantung berjuta harapan. Sosok kurus dengan kondisi hampir tak terurus menelusuri dan memimpin langsung jalannya pergerakan tengah malam itu. Dia sebenarnya seorang bangsawan dari tanah sumatera, tapi dirinya sepenuhnya diabdikan untuk rakyat jelata. Mimpinya tentang negeri ini begitu hebat, mimpinya tentang rakyat indonesia di masa depan begitu luar biasa. Ya itulah Tan Malaka. Banyak muridnya yang mendapat ilmu darinya dan langsung menerapkan dengan membawa keyakinan, indonesia harus bergerak kedepan.

                           Tan Malaka

Ada juga teman dekat Tan Malaka, yang mungkin jauh lebih tak terurus lagi kondisinya. Dia jawa asli, begitu polos, begitu penyayang terhadap orang lain, tapi dibalik sorot matanya menyimpan berjuta ketegasan. Ketegasan itulah yang menimbulkan banyak kesan di bathin yang mendalam bagi warga madiun, siapa lagi kalo bukan semaun. Melalui semaun lah, pergerakan malam itu semakin berarti. Berjalan dari sel ke sel, tanpa merusak inti sel sebenarnya. Dari kelompok kelompok kecil menjadi sebuah kekuatan yang besar. Dari mimpi yang sederhana menjadi mimpi sempurna yang harus diwujudnyatakan.

                                  Semaun


Tapi semaun patah oleh kekuatan yang jauh lebih besar darinya. Kekuatan yang suatu ketika jauh setelah itu Soekarno menyebutnya sebagai neokolim yang keblinger. Dan jauh kedepan melahirkan kelompok yang menopang penguasa yang selama 32 tahun lamanya merusak negeri ini.

Aku dan malam di Madiun saat ini menyimpan berjuta rasa. Berjuta ingatan sejarah yang sulit dilupakan oleh dunia dan republik ini. Madiun telah meninggalkan sejarah. Ya Kunikmati kopi malam ku ini di MADIUN. Dan Aku akan selalu ingat , Aku telah BERGERAK DI MADIUN.